Tips-trick|Software|

Download Software Gratis

Translate

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Ancaman-Ancaman dibalik Source Code HTML


INTRO
      Ada yang udah tau mengenai Trojan Horse sebelumnya? Pasti udah tau donk!! Yang belum tau (Kasiaaaaan….dech…lo….) silahkan cari artikel mengenai Trojan Horse pada media-media lain (Koran, ilmukomputer.com, jasakom, dll). Soalnya untuk jelasin Trojan Horse Perlu satu halaman lebih…CUUUAAAAPPPEEEKKK….!!!
Ok dech langsung aza…!!!
      Pada pembuatan Trojan Horse ini (TH) ada beberapa step yang perlu kita perhatikan antara lain:
  1. Tahap Persiapan
  2. Tahap Pengerjaan
a). Client
      è Interface
      è Coding : Conection, Half-Execution, Error Handler, dll..+ debug
b). Server
      è Coding : Open Gate, Execution, Stealth, dll.
      3.  Tahap Akhir
      Sekarang marilah kita mulai untuk membuat proyek kita ini. Disarankan sebelum kita memulai untuk melaksanakan suatu pekerjaan ada baiknya kita berdoa terlebih dahulu agar apapun yang kita kerjakan mendapat berkah dari Tuhan YME. Amin…..!!!!!!
 
1. TAHAP PERSIAPAN
      Pada tahap ini yang pertama harus kita lakukan adalah membuka aplikasi Visual Basic. Setelah itu pada jendela New Project pilih Standard EXE seperti pada gambar.
 
Setelah itu akan tampil satu form kosong, dan tampilan default lainya.
      Untuk membuat proyek ini kita tidak bisa  menggunakan tools (control) sederhana yang ditampilkan pada Toolbox. Kita memerlukan satu control tambahan yang harus kita load ke dalam Toolbar/Toolbox. Control yang kita maksud disini adalah MS WINSOCK control.
      Untuk mengaktikan (memanggil) control ini kita pilih Project > Components pada Menubar. Maka akan tampil jendela component seperti pada gambar:
 
      Lalu kita pilih Microsoft Winsock Control 6.0 dengan memberi tanda centang pada checkbox disisi kirinya (spt pada gbr). Maka pada toolbar akan tampil satu control tambahan ber-icon dua computer yang terhubung oleh garis merah seperti pada gambar berikut.
 
         Gambar ini menandakan bahwa ms winsock control berhasil kita load ke dalam toolbar dan siap di gunakan.
 
         Dengan tampilnya icon contol tersebut berarti persiapan kita untuk membuat proyek ini telah selesai. Maka kita akan lanjutkan ketahap berikutnya. Yaitu tahap pengerjaan.
 
2. TAHAP PENGERJAAN
      Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, umumnya program TH terdiri dari dua unit program yaitu : CLIENT dan SERVER. Saya akan coba jelaskan sedikit maksud dari kedua program ini.
      Program CLIENT ialah program yang akan kita gunakan sebagai sarana pengendali (remote) dari program SERVER. Dengan kata lain program ini lah yang akan kita gunakan untuk mengeksekusi computer korban (victim) dengan bantuan SERVER yang ditanamkan pada victim.
      Sedangkan program SERVER ialah program yang akan kita tanamkan pada victim dengan tujuan mengeksekusi victim itu sendiri berdasarkan instruksi yang dikirimkan oleh program CLIENT. Bingung??!!!...Sukuriiinnn…!!!!
      Okey..marilah kita mulai tahap ini dengan membuat program CLIENT terlebih dahulu. Kenapa?? Karena untuk membuat program ini tidaklah terlalu sulit. OK..marilah…ehm…
 

Mengambil Alih (hampir) Semua Account Seseorang Dari Aplikasi Instant Messenger

//---Preface---//


Artikel ini akan memaparkan kepada anda tentang kecerobohan-kecerobohan yang sering terjadi di kalangan para netter. Kita akan memanfaatkan beberapa kebiasaan buruk yang sering kali dilakukan untuk mengambil alih account mereka tanpa menggunakan tools apapun seperti exploit atau keyloger karena hanya lamer yang menggunakan keyloger. Artikel ini hanya ditujukan untuk Newbies, jadi bagi anda yang sudah expert bisa segera meninggalkan halaman ini atau saya tidak bertanggungjawab jika nantinya anda mati kebosanan :P Note that I don’t take responsible for anything!! Everything purposed for education only!!   

//--- Let’s Do it!! ---//

Judulnya terkesan terlalu “berlebihan” yach? Ini hanya untuk menggambarkan betapa mudahnya melakukan apa yangkan saya paparkan. Beberapa hal yang akan saya bahas adalah: 
:: Contoh : Yahoo Messenger 
:: Syarat/Kondisi : Korban Memberi tanda centang pada opsi Remember My ID & Password atau Korban lupa tidak melakukan Sign Out 
:: Permasalahan : 
I.1. Bagaimana cara mengetahui karakter dibalik simbol bintang pada form password?
I.2. Bagaimana cara mendapakan account-account lain yang berhubungan dengan si korban?
  
:: Pembahasan : 

Kondisi diatas sangat sering dijumpai di berbagai Internet Café belakangan ini. Andai saja saya hanya menemukan hal tersebut beberapa kali saja dan hanya saya yang menjumpai fenomena itu, maka mungkin saat saya tidak perlu buang-buang waktu untuk menulis artikel ini. Namun kenyataannya?? Buktikan sendiri!! 

Pernahkah anda menjumpai YM terbuka dengan kondisi ini:
 

Jika Ya, mungkin anda bertanya dalam hati “Ah, Yahoo ID dan Password sudah di depan mata. Tapi passwordnya tertutup karakter bintang. Meng-Copy passwordnya lalu di paste-kan ke Text Editor tidak mungkin karena Form Password tidak mengizinkan aksi Copy. Lalu bagaimana? Berikut langkah-langkah yang sebaiknya anda lakukan (atau SEBAIKNYA TIDAK ANDA LAKUKAN): Sign In saja dengan ID dan Password yang telah terisi itu. Nah, setelah berhasil mungkin anda sudah ketawa-ketiwi dan merasa MAHA KUASA karena sudah berada di account orang lain. 
 
Klik tab Over View yang dimiliki YM lalu klik 2x pada sub menu Yahoo Mail.

 
---
 
Akan muncul kotak Popup konfirmasi yang menanyakan apakah anda ingin otomatis Login ke Yahoo Mail. Klik Yes & Yes pada kotak konfirmasi kedua. 

Nah kini Yahoo Mail Korban juga terbuka di hadapan anda dengan indahnya. Jangan keburu senang dulu, jelajahi inbox korban. Cari info-info menarik.
Ketik keyword “Account” atau “Password” pada form search mail. Jika anda beruntung, maka email yang berisi informasi Account lain sang korban akan terdisplay. Jelajahi email-email sensitif tersebut. Jika anda menemukan sebuah email yang berisi Username dan Password, catat passwordnya. Biasanya user malas akan memakai password yang sama untuk setiap accountnya. Dan kini semua account korban sudah jadi milik anda. 
 
Ups apa?? Anda tidak menemukan email berisi pasword dan User name?? Jelajahi email korban. Apakah dia bergabung dengan newsgroup, forum atau situs tertentu. Misalnya anda menemukan bahwa korban adalah angota Friendster. Segera arahkan Browser anda menuju situs Friendster lalu pilih opsi Forgot Password dan isikan alamat email korban di sana. Tunggu beberapa saat dan Friendster akan mengirimkan password si korban kepada anda. Dan kini, sperti yang saya katakan tadi bahwa biasanya user malas akan memakai password yang sama untuk semua accountnya. Maka (hehehe.. lagi-lagi saya katakan) anda telah memiliki kuasa penuh atas (hampir) semua accountnya. 
 
Hal sepeti diatas juga dapat anda terapkan ketika si korban lupa melakukan sign out. Sangat mudah bukan, dan hasilnya cukup luar biasa. Bisakah anda bayangkan jika si korban memiliki account paypal? Atau mungkin si korban adalah webmaster suatu situs? 
 
//--- Penutup---//
 
Be careful with your Account!! 
    
 
/* ------------------------------|EOF|------------------------------ */
 

Sikap Sang Hacker: Beberapa Alasan mereka Mereject Email Anda

 
|--[Table Of Contents
----------------------
1. Preface
2. Fenomena Umum
3. Sekilas Aktivitas Kaum Hacker
4. Email Dari Anda Layak Direject!
5. Penutup
[+] Kesimpulan
[+] Shoutz


 
|--[1. Preface
--------------
Sering kali seorang newbie (anda??) merasa jengkel dan kebingungan tatkala ia mengirim sebuah email kepada seorang Hacker namun tidak pernah dibalas. Padahal sang newbie benar-benar membutuhkan jawaban segera dan sangat-sangat mengharapkan solusi dari sang Hacker.
 
Lalu dimana masalahnya? Artikel ini akan menunjukkan jawaban atas pertanyaan itu kepada anda.



 
|--[2. Fenomena Umum
--------------------
Anda "menemukan" sebuah situs yang dikelola oleh para Hacker yang banyak memberikan beragam info tentang dunia Hacking. Dari situlah anda mulai mengenal hal-hal baru, tokoh-tokoh pendiri situs tersebut menjadi sosok idola baru bagi anda :) Sebagai seorang pemula, anda memiliki segudang pertanyaan, dan tentu saja anda kemudian menanyakannya kepada para Hacker itu melalui email.
 
Namun ternyata email anda tidak dibalas walaupun anda sudah berkali-kali mengirimkannya kepada mereka. Anda pun mulai bosan menanti dan bertanya-tanya dalam hati.. "kenapa email saya tidak dibalas??"
 
..............
 
Fenomena diatas sering terjadi di kalangan para newbie. Hal tersebut bukan hanya terjadi di dalam urusan email, namun juga sering dijumpai seorang newbie diabaikan dalam sebuah channel IRC Hacker atau dalam Forum. Dalam kondisi inilah biasanya seorang newbie akan putus asa dan merasa sangat-sangat tidak dihargai.



 
|--[3. Sekilas aktivitas kaum Hacker
------------------------------------
Seorang Hacker tentunya memiliki alasan kuat ketika memutuskan tidak membalas suatu email. Semua itu terkait erat dengan kesibukan-kesibukan mereka baik di cyberspace ataupun di real life. Beberapa cuplikan kegiatan mereka berikut mungkin bisa memberikan sedikit pengertian kepada anda:
 
(1) Budaya Hacker
Seorang Hcker sejati tentunya memiliki kewajiban untuk mengabdi pada budaya Hacker. Bentuk pengabdian itu sendiri bisa berupa menulis software open source, menganalisis bugs-bugs baru, mengumpulkan informasi-informasi bermanfaat dan menyebarlauskannya, memelihara FAQ-FAQ besar, milis-milis raksasa, memoderasi forum atau channel-channel IRC.
 
Aktivitas-aktivitas tersebut hanyalah sebagian dari bentuk pengabdian dan pemeliharaan budaya Hacker serta penjagaan berjalannya infrastruktur. Bisa dibayangkan bukan betapa sibuknya mereka? Terlebih lagi semua itu dilakukan suka rela dengan tujuan utama non-profit.

Jadi jangan samakan mereka dengan para penggila chatting yang connect ke Internet hanya ingin hura-hura cari kenalan dengan topik pembicaraan yang tidak ada manfaatnya. Mereka (para Hacker) adalah sekelompok orang yang mengemban tugas mulia dan memperioritaskan budaya Hacker sebagai hal utama daripada mendengar rengekan-rengekan seorang newbie, dan sikap mereka tidak dapat disalahkan karena bagaimanapun juga terpeliharanya infrastruktur jauh lebih penting.
 
(2) Kehidupan Real Life
Adakalanya anda melupakan satu hal yang penting bahwa "HACKER JUGA MANUSIA BIASA". Mereka benar-benar manusia biasa, bukan mahluk virtual yang hanya ada di alam maya. Mereka memiliki kehidupan di alam nyata dan memiliki tugas-tugas sebagai manusia pada umumnya, sama seperti anda. Mengurus keluarga, berbakti pada orang tua, beribadah kepada Tuhan, membutuhkan hiburan dan istirahat. Walaupun beberapa pendapat para Hacker senior menyarankan agar Hacker menghindari bersosialisasi dengan masyarakat, namun pada kenyataannya banyak para Hacker yang memiliki kehidupan sosial yang sangat baik, akrab dengan masyarakat di sekitarnya dan merupakan penganut Agama yang taat.
 
Dengan tidak tau diri para Newbie sering berprasangka buruk dan merasa jengkel hanya karena emailnya tidak dibalas. Padahal, seperti yang telah saya sebutkan bahwa kehidupan para Hacker pada umumnya super sibuk karena mereka adalah orang-orang yang anti berpangku tangan, karena berpangku tangan adalah sebuah kejahatan bagi mereka.
 
(3) Artis dunia maya
Semakin terkenal seorang hacker maka biasanya akan semakin banyak email yang diterimanya. Dalam sehari bisa saja ia menerima email puluhan hingga ratusan email dari para pengagum sekedar mengucapkan pujian atau dari para newbie yang sedang butuh bantuan seperti anda. Atau email dari Hacker-hacker lain untuk bertukan informasi. Jadi sadarilah bahwa anda tidak sendiri. Bersabarlah dan tunggulah email anda dibaca (jika memang layak).



 
|--[4. Email Dari Anda Layak Direject!
--------------------------------------
Ada beberapa alasan umum yang selama bertahun-tahun selalu dipegang oleh para Hacker untuk tidak membalas suatu email, bahkan langsung memasukkannya ke dalam "tong sampah".
 
(1) Penulisan Subject email yang kurang sesuai
Adakalanya kita terkesan asal-asalan dalam membubuhkan subject email. Padahal beberapa Hacker akan melakukan "penilaian" pertamakali pada bagian yang satu ini. Penulisan subject seperti "toloong..!!" , "Help me please.." , "hai.." dan sejenisnya cenderung akan diabaikan dan tak jarang kan langsung dimasukkan kedalam tempat sampah tanpa dibaca isinya.
 
Etika yang benar ialah sesuaikan subject dengan isi email. Misalkan anda lupa password router dan anda bermaksud untuk login ke router via jaringan tanpa harus datang langsung ke router tersebut. Maka subject yang tepat untuk email dengan isi pertanyaan tersebut ialah "Reset Password Router via LAN".
 
(2) to, cc, bcc
Kita cenderung menginginkan masalah kita cepat selesai dan mendapatkan jawaban sesegera mungkin. dan utnuk hal ini kita sering mengirimkan email kepada banyak orang sekaligus. Beberapa orang merasa kurang nyaman ketika menerima email seperti ini. Apalagi jika dia adalah orang sibuk, maka kemungkinan ia akan berfikir "Oh, dia mengirim email kepada banyak orang dengan pertanyaan yang sama. Biar orang lain sajalah yang menjawabnya.." Dan jika semua orang yang menerima email anda brpikiran sama, maka peluang tidak terbalasnya email anda akan lebih besar.
 
(3) Menggunakan account milik orang lain
Adakalanya seorang penanya meminta kepada sang Hacker untuk membalas emailnya ke alaamt yang berbeda. Misalnya dengan kata-kata "Mohon jangan mereply ke alamat email ini, tolong anda balas email saya ke alamat berikut blablabla@lamer.suck
Email seperti ini akan langsung direject! Karena sering orang yang melakukan hal ini mengirimkan emailnya dengan account milik orang lain dan itu sama halnya dengan mencuri. Ingat!! HACKER SAMA SEKALI TIDAK MENGHARGAI PENCURI!!
 
(4) Tata bahasa yang buruk
Hacker sejati menyukai keindahan. Budaya Hacker menempati tingkatan tertinggi dalam bidang seni, oleh karena itu jangan mengirim email dengan tata bahasa yang buruk dan banyak terdapat salah ketik disana-sini. Sebisa mungkin gunakanlah bahasa baku, bahasa Indonesia yang baik dan benar. Atau bisa juga anda gunakan aturan TTBTED (Tidak Terlalu Baku Tapi Enak Dibaca) yang sedang marak belakangan ini. Yang penting, ungkapkan semuanya dengan penuh kesopanan dan sekali lagi, jangan terlalu banyak salah ketik disana-sini.
 
Banyak terdapat salah ketik disana-sini dengan tata bahasa yang buruk menunjukkan bahwa pengirimnya adalah sebangsa LAMER!!
 
(5) Tanpa Penjelasan, Tanpa Usaha
Dalam mengirimkan sebuah pertanyaan, sertailah pertanyaan itu dengan penjelasan sedetail mungkin. Disamping memudahkan sang Hacker untuk mendiagnosa masalah anda, hal tersebut akan menentukan kepuasan jawaban yang akan anda terima.
 
Tunjukkan juga usaha-usaha yang telah anda lakukan sendiri dalam memecahkan masalah itu. Tunjukkan bahwa anda telah benar-benar berusaha namun belum menemukan solusi. Langsung bertanya tanpa berusaha terlebihdahulu adalah tindakan para pemalas. Bagi para Hacker, tidak ada gunanya untuk menolong orang-orang malas yang bisanya hanya "menadah" tanpa mau berusaha sedikitpun.
 
(6) Pertanyaan-pertanyaan bodoh
Mengapa disebut pertanyaan bodoh? Karena sebenarnya jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnyav sudah ada jawabannya. Namun entah mengapa, para newbie sering melakukan kesalahan ini. Berikut beberapa contoh pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan newbie, namun biasanya tidak akan pernah dibalas oelh para Hacker atau kalaupun dijawab biasanya akan dijawab dengan sangat kasar:
 
Q: Bagaimana cara menjadi Hacker?
A: Begitu banyak dokumen – dokumen yang disediakan di internet yang membahas tentang cara – cara menjadi hacker. Saya telah menyaring semua artikel itu dan menempatkannya di situs ini. Silahkan gunakan fasilitas search yang telah saya sediakan.

Q: Dimana saya bisa mendapatkan software blablabla...?
A: Google. Gunakan search engine dan Anda akan menemukan hampir apapun yang Anda mau disana jika kata kunci yang Anda pergunakan tepat!

Q: Bagaimana cara menggunakan software blablabla..?
A: Read the Fuc**n manual!!! (baca manualnya/file helpnya)
 
Q: Maukah anda mengajari anda Hacking?
A: Tidak. Sering orang yang mengajukan pertanyan seperti ini adalah para pemalas yang ingin menjadi Hacker dengan cara instant. Percuma mengajari pemalas seperti ini. Hacking adalah kerja keras yang butuh pengorbanan. Ingatlah bahwa hampir seluruh Hacker-Hacker terbaik lahir dari belajar otodidak, bukan pemalas yang suka menggantungkan diri pada orang lain.
 
Kumpulan-kumpulan FAQ lain bisa anda baca sendiri di: http://spyrozone.net/faq



 
|--[5. Penutup
--------------
[+] Tanpa kita sadari, lagi dan lagi kita melalaikan hal-hal yang kelihatannya sepele. Kita sering mengabaikan etika-etika dalam ber-email, padahal email merupakan salah satu alat komunikasi yang penting di cyberspace.
 
Semoga setelah membaca artikel ini, kita semua menjadi netter yang lebih baik, menjadi netter yang beretika.



 
[+] Shoutz:
: Vindika Anastasya
Makasih yach udah ngasih aku kebahagiaan selama ini :)
: Vermouth Anastasya (lahir 17 mei 2006)
Semoga kelak menjadi muslimah yang berilmu, cerdas dan berbakti kepada kedua orang tua +['_']+
 
/* ------------------------------|EOF|------------------------------ */
 

Jumat, 09 Juli 2010

Bahasa Daerah Kian Tersisih

SALAH satu gejala yang muncul dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi adalah kian derasnya pengaruh asing. Termasuk dalam penggunaan bahasa dalam berinteraksi sehari-hari. Bahasa ibu alias bahasa daerah kian tersisih. Dalam beberapa tahun ke depan, semakin sedikit orang yang mengerti bahasa daerah, yaitu bahasa asal daerah kelahiran mereka. Sejak kecil anak-anak tak lagi diajarkan bahasa daerah. Yang ada hanya bahasa Indonesia dan bahasa asing. Di Makassar, misalnya, umumnya penduduk memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa utama terhadap anak-anaknya. Sementara bahasa daerah nyaris tidak diajarkan sama sekali. Kondisi ini telah melemahkan pemertahanan bahasa daerah. Begitu fakta yang ditemukan Prof Dr Kaha- ruddin, pakar linguistik. Dosen Universitas Sawerigading Makassar ini baru saja meneliti tentang Pemertahanan Bahasa Daerah dengan Perkembangan Teknologi Informasi di Makassar. Nah, dalam penelitian itu, Kaharuddin mene- mukan bahwa ada beberapa faktor yang melemah- kan pertahanan bahasa daerah. Faktor-faktor tersebut adalah pendidikan, pekerjaan, peminja- man budaya, peminjaman akrab, dan penetrasi bahasa. Terkait pendidikan, Kaharuddin menemukan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang, semakin kompleks pula masalah ilmu pengetahuan yang dihadapi akibat perkembangan teknologi dan informasi. Nah, kondisi itu memaksa penutur menye- suaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Terkait masalah ini, Kaharuddin meneliti 203 kosakata yang berasal dari kata asing. Hasilnya, sebanyak 77 di antaranya atau sekira 37,93 persen diguna- kan warga Makassar dalam pergaulan sehari-hari. Pekerjaan juga turut mempengaruhi pemerta- hanan bahasa. Pengaruh itu dapat terwujud pada kebiasaan seorang penutur memanfaatkan sejumlah kata tertentu yang seharusnya hanya digunakan dalam lingkungan pekerjaannya. Itu kemudian menjadi kebiasaan sehingga secara tidak sadar sejumlah kata itu digunakan di lingkungan mana saja penutur berada. Ada beberapa contohnya, antara lain kata “print” untuk “cetak” atau “sortir” untuk kata “pilah-pilah.” Semakin tersisihnya bahasa daerah juga dipe- ngaruhi oleh persepsi para orangtua siswa di Ma- kassar dan kebijakan sekolah. Kaharuddin mene- mukan beberapa hal yang menyulitkan eksistensi bahasa daerah dalam pergaulan sehari-hari. Pertama, umumnya sekolah-sekolah menggu- nakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam lingkungan sekolah. Kedua, umumnya orangtua berpendapat bahwa dengan mengetahui bahasa Indonesia, anak sebagai peserta didik akan lebih mudah menerima pelajaran di sekolah. Ketiga, bahasa Indonesia dianggap sebagai ba- hasa yang berprestise. Selain itu, sikap penutur baha- sa daerah terhadap bahasanya lebih rendah daripada sikap bahasa penutur itu terhadap bahasa lain.

Kamis, 08 Juli 2010

Cina Menghina, Tionghoa Menghibur

NAGA-NAGANYA tiada seorang pun Tionghoa di Indonesia, terutama dari golongan tua, yang terhibur hatinya mendengar sebutan Cina baginya. Warga Tionghoa lebih suka menyebut dirinya Tang Lang, yang ada hubungannya dengan dinasti Tang, atau Han, yang ada hubungannya dengan dinasti Han. Sedangkan bahasa baku yang acap diucapkan oleh Tionghoa berpendidikan Mandarin adalah Chung Kuo Ren, yang artinya orang dari negeri Tiongkok.

Perkataan Cina dalam bahasa Indonesia—jadi bukan bahasa Belanda atau Inggris—mengandung makna pengejekan, penistaan, penghinaan. Hal itu tersua dengan kentara dalam ungkapan-ungkapan bahasa Indonesia yang menaruh per-kataan Cina pada hubungan perkara yang tidak bagus. Dapat disimak, baik dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia Poerwadarminta maupun dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Moeliono dan tim, lema bagaimana Melayu menaruh per-kataan Cina pada konteks tak senonoh. Misalnya, untuk menyebut gaduh, ungkapannya adalah "Cina karam"; untuk menyebut kuli tambang, ungkapannya "Cina kolong"; untuk menyebut muhalil, ungkapannya "Cina buta"; untuk menyebut anjing kurus, ungkapannya "Cina beranak selusin". Tapi ungkapan "akal Cina" gerangan lebih bagus tinimbang "akal Keling" karena yang pertama berarti pandai berniaga, sementara yang kedua berarti pandai menipu.

Bersamaan dengan itu, sebagian Tionghoa lazim pula menyebut pribumi sebagai hu-hua, yang biasanya terlafazkan sebagai wanna. Arti sebenarnya perkataan ini tak lebih adalah bangsa di luar Chung Kuo atau Tiongkok. Namun, acap oleh mereka yang geram pada ulah pribumi, sebutan ini cenderung diartikan sebagai bangsa yang tak beradat.

Perkataan Cina menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi sejak abad ke-19. Pada 1854, pemerintah kolonial di bawah Van Twist mengeluarkan Regeringsreglement yang membagi penduduk Hindia-Belanda dalam tiga golongan mirip kasta dan dengannya bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), yaitu de Europeanen, kemudian de vreemde oosterlingen yang antara lain Tionghoa, dan de inlanders. Padahal, sebelum itu, pada 1838, di masa De Eerens, melalui Burgelijk Wetboek, pemerintah kolonial mengatakan, dengan tidak tulus, bahwa semua orang yang berdiam di Hindia-Belanda otomatis menjadi warga Nederland.

Di saat ketika pelan-pelan mengakar eksklusivisme SARA tersebut—yang notabene mempertentangkan bukan semata-mata masalah "pendapat", melainkan "pendapatan", yaitu persaingan pasar yang didistorsikan oleh perbedaan agama, arkian sebuah lembaga bernama Het Genootschap voor In-en-Uitwendige Zending, yang didirikan oleh Anthing dan bekas Residen Tegal Keuchenius, pada 1856, membawa seorang evangelis dari Chung Kuo, yaitu Bok Su Gan Kwee, untuk mengkristenkan Tionghoa di sini. Buahnya benar-benar berhasil setelah 50 tahun kemudian, memasuki abad ke-20, yang dimulai dari berdirinya klasis jemaah Kristen, Khu Kwee, di luar lembaga Hwee Koan. Sejak saat itu, istilah Tionghoa menjadi resmi.

Dalam kepentingan Kristen, perkataan Tionghoa, jika ditulis dengan huruf Cina, yaitu tulisan yang berkembang dari piktografi ke ideografi lantas kaligrafi, antara Tiong atau Chung, dan Hoa atau Hua, wujudnya dianggap mengandung lambang-lambang salib. Selain itu, memang pada tahun-tahun berikutnya, dimulai persisnya pada tahun lahirnya Sumpah Pemuda, 1928, jemaah Kristen di Batavia menetapkan perkataan Tionghoa bagi nama gerejanya—gereja dalam arti kyriakon dan ekklesia—yaitu Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee atau Cia-Im-nya Chung Hua Chi Tu Chiao Hui. Akhirnya, hampir bisa dikatakan bahwa gerejalah yang berperan mengkhalayakkan perkataan Tionghoa sebagai sebutan beradab. Sekaligus tak boleh kiranya disangkal bahwa gerejalah pula yang berandil membangkitkan eksklusivisme baru melalui kongregasinya—yang secara spiritual berkait pada teologi Pietisme abad ke-19—melalui sejumlah liturgi berpola revival, dan katakanlah et sic ceteris, melahirkan apa yang galib diisyaratkan sebagai keperlentean-keperlentean gerejawi dan kejemawaan-kejemawaan rohani.

Akibatnya, terbentang di situ prasangka-prasangka SARA yang sewaktu-waktu dapat meletuskan pertikaian fisik satu arah. Jelasnya, yang terkalahkan secara ekonomi cenderung memperalatnya sebagai cara balas dendam dari peperangan yang tidak satria. Maka, patut dipersoalkan, di manakah gerangan hasil hubungan mesra dari lintas budaya yang pernah terjalin secara alami sejak awal tarikh Masehi, dari zaman Han, Tang, Ming, bahkan Manchu. Pada keempat zaman itu, pribumi memandang Chung Kuo Ren sebagai saudara tua yang mengajarkan kebajikan.

Di zaman Han, Wang Mang mengirim utusan ke Indonesia untuk menangkap badak sekaligus mengajarkan beternak hewan buas. Di zaman Tang, bersamaan masanya dengan pemerintahan Sailendra, Hwi Ming datang ke Borobudur, mengajarkan musik dan meninggalkan pengetahuan skala pentatonik khas Cina, huang-mei-tiau, yang diambil alih menjadi titilaras slendro. Untuk nada kromatik ini, peneliti etnomusikologi Belanda, Brandt-Buys, menyimpulkan sebagai titilaras paling tua yang dapat dilacak pada semua tembang dolanan-lare.

Pengaruh Cina paling besar mungkin dibawa oleh Cheng Ho atau Sam Po Kong dalam pelayaran muhibahnya yang paling agung dalam sejarah. Dengan 62 kapal dan 27.800 laskar, ia singgah di beberapa kota pesisir utara Jawa, antara lain berkhotbah Jumat. Banyak kias yang disajikan dalam khotbahnya itu dipetik dari cerita-cerita rakyat Cina. Salah satu di antaranya, Joko Tarub, kini telah menjadi bagian kekayaan susastra Jawa. Itu belum termasuk pengetahuan tentang sutra dan keramik yang diberikan kepada pribumi dan merupakan pujian dan terima kasih kepada dinasti Ming.

Tak kalah penting disebut, di zaman Manchu, akibat pembantaian yang dilakukan Valckenier di Batavia, 1740, dua tahun setelah itu, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Thendens, di pesisir utara Jawa Tengah bagian timur, antara Lasem, Juwana, Rembang, dan Grobogan, tampil dua orang pendekar, Tan Pan Tjiang dan Oei Ing Kiat, yang memimpin rakyat untuk perang melawan Belanda. Bukan hanya per-lawanannya yang penting, tapi juga ikhtiarnya untuk mengajar rakyat merakit senjata. Kedua tokoh yang tidak dicatat dalam sejarah resmi Indonesia ini oleh kalangan Tionghoa pun dikenang hanya sebagai Gi Yong Kong yang artinya "Dua Kakek Perkasa Berbudi" dalam arca berbusana Qing di kelenteng Lasem.

Jadi, yang hendak dikatakan, memang hubungan munasabah dalam kerangka senasib-sepenanggungan merupakan elan Tionghoa-Pribumi. Ini terjadi selama masa penjajahan Belanda hingga tahun keluarnya peraturan pemerintah kolonial yang bernuansa SARA tersebut di satu pihak dan eksklusivisme gerejawi di lain pihak. Bahkan, jika hendak mundur lebih ke belakang, ke masa sebelum Masehi, dengan memeriksa beberapa kata bahasa Cina yang telah membumi, khususnya di Sunda dan Minahasa—keduanya kebetulan memiliki mitologi yang mirip kisah Oedipus—betapa tiadanya masalah di akar kemanusiaan Indonesia di awal sejarah; tidak seperti sekarang yang terlihat sebagai api dalam sekam.

Dalam buku saya 9 Dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing dapat dibaca beberapa kata bahasa Sunda yang boleh disangka bertalian dengan bahasa Cina. Misalnya, ci pada sejumlah nama sungai berasal dari bahasa Cina cui. Dalam filsafat Cina dikenal amsal "Tiada kehidupan tanpa air." Kemudian kata bahasa Sunda yang berhubungan dengan pertanian, misalnya wuluku, hongkui, pacul, galeng, pangkeng, dan seka, semuanya berasal dari bahasa Cina.

Yang lebih khas, bentuk tubuh, kulit kuning, dan mata sipit pada sebagian besar orang Minahasa, ditambah mitologi tentang pitarahnya, memperjelas Cina di sini inklusif. Dikisahkan bahwa Lumimuut dan Toar adalah manusia pertama di Malesung. Lumimuut hamil oleh pacarnya dan hal itu menggeramkan ayahnya. la diusir dari negerinya di utara, diberi kapal, dan terserah nasib ke mana ia terdampar. Ia sesat di Malesung, ditemukan Karema, yang membantu persalinannya. Semua nama dalam mitologi ini berasal dari bahasa Cina belaka. Lumimuut berasal dari bahasa Cia Im: lu berarti jalan, mi berarti sesat, mu berarti ibu, dan ut dari bahasa Hok Kian hut berarti nenek moyang yang didewakan. Toar berasal dari to dan erl artinya anak yang lahir di bumi baru. Malesung dari ma-lay-sung berarti nyanyian puji bagi pertiwi. Dan Karema dari ka-re-ma berarti ibu yang tua.

Seandainya tidak ada Belanda, mungkin tak akan pernah ada cerita tentang politik pecah belah, adu domba, divide et impera. Apa boleh buat, dalam ketidakbecusan mengelola diri sendiri, selalu, kita paling suka menyebut Belanda sebagai kambing hitam. Kita tidak pernah mengatakan bahwa sebetulnya kitalah yang bedebah.

*) Penulis novel Ca Bau Kan dan puluhan naskah drama, di antaranya Siau Ling.

Unsur-unsur Intrinsik Cerpen

Unsur-unsur intrinsik tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Tema cerita
Tema merupakan gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam teks sebagai stuktur semantis dan yang menyangkut persamaan-persamaan atau perbedaan-perbedaan.
Tema disaring dari motif- motif yang terdapat dalam karya yang bersangkutan yang menentukan hadirnya peristiwa-peristiwa, konflik, dan situasi tertentu. Tema dalam banyak hal bersifat ”mengikat” kehadiran atau ketidakhadiran peristiwa, konflik serta situasi tertentu termasuk berbagai unsur intrinsik yang lain. Tema menjadi dasar pengembangan seluruh cerita, maka tema pun bersifat menjiwai seluruh bagian cerita itu. Tema mempunyai generalisasi yang umum, lebih luas dan abstrak.



2. Alur Cerita
Sebuah cerpen menyajikan sebuah cerita kepada pembacanya. Alur cerita ialah peristiwa yang jalin-menjalin berdasar atas urutan atau hubungan tertentu. Sebuah rangkaian peristiwa dapat terjalin berdasar atas urutan waktu, urutan kejadian, atau hubungan sebab-akibat. Jalin-menjalinnya berbagai peristiwa, baik secara linear atau lurus maupun secara kausalitas, sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh, padu, dan bulat dalam suatu prosa fiksi.
Lebih lanjut Stanton mengemukakan bahwa plot ialah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab-akibat, peristiwa yang disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.Plot ialah peristiwa-peristiwa yang ditampilkan dalam cerita yang tidak bersifat sederhana, karena pengarang menyusun peristiwa-peristiwa itu berdasarkan kaitan sebab-akibat.
Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa alur cerita ialah jalinan peristiwa yang melatari sebuah prosa fiksi yang dihubungkan secara sebab-akibat.

3. Penokohan
Dalam pembicaraan sebuah cerita pendek sering dipergunakan istilah-istilah seperti tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan, atau karakter dan karakterisasi secara bergantian dengan menunjuk pengertian yang hampir sama. Tokoh cerita ialah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama , yang oleh pembaca ditafsirkan memilki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diespresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan. Sedangkan penokohan ialah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita
Dengan demikian, istilah penokohan lebih luas pengertiannya daripada tokoh atau perwatakan, sebab penokohan sekaligus mencakup masalah siapa tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita sehingga sanggup memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca. Penokohan sekaligus menunjuk pada teknik perwujudan dan pengembangan tokoh dalam sebuah cerita.

4. Latar
Sebuah cerita pada hakikatnya ialah peristiwa atau kejadian yang menimpa atau dilakukan oleh satu atau beberapa orang tokoh pada suatu waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Menurut Nadjid (2003:25) latar ialah penempatan waktu dan tempat beserta lingkungannya dalam prosa fiksi
Menurut Nurgiyantoro (2004:227—233) unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok, antara lain sebagai berikut.

a. Latar Tempat
Latar tempat mengacu pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu serta inisial tertentu.



b. Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah ” kapan ” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah ”kapan” teersebut biasanya dihubungkan dengan waktu
c. Latar Sosial
Latar sosial mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks serta dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap. Selain itu latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan.

5. Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) merupakan strategi, teknik, siasat, yang secara sengaja dipilih pengarang untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Segala sesuatu yang dikemukakan dalam karya fiksi memang milik pengarang, pandangan hidup, dan tafsirannya terhadap kehidupan. Namun kesemuanya itu dalam karya fiksi disalurkan lewat sudut pandang tokoh, lewat kacamata tokoh cerita. Sudut pandang adalah cara memandang tokoh-tokoh cerita dengan menempatkan dirinya pada posisi tertentu.
Ada beberapa pertanyaan yang dapat digunakan untuk membedakan sudut pandang. Pertanyaan tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Siapa yang berbicara kepada pembaca (pengarang dalam persona ketiga atau pertama, salah satu pelaku dengan ”aku”, atau seperti tak seorang pun)?
2. Dari posisi mana cerita itu dikisahkan (atas, tepi, pusat, depan atau berganti-ganti)?
3. Saluran informasi apa yang dipergunakan narator untuk menyampaikan ceritanya kepada pembaca (kata-kata, pikirn, atau persepsi pengarang; kata-kata, tindakan, pikiran, perasaan, atau persepsi tokoh)?
4. Sejauh mana narator menempatkan pembaca dari ceritanya (dekat, jauh, atau berganti-ganti)?
Selain itu pembedaan sudut pandang juga dilihat dari bagaimana kehadiran cerita itu kepada pembaca: lebih bersifat penceritaan, telling, atau penunjukan, showing, naratif atau dramatik. Pembedaan sudut pandang yang akan dikemukakan berikut berdasarkan pembedaan yang telah umum dilakukan orang yaitu bentuk persona tokoh cerita: persona ketiga dan persona pertama.
a. Sudut pandang persona ketiga : ”Dia”
Pengisahan cerita yang menpergunakan sudut pandang persona ketiga gaya ”Dia”, narator adalah seorang yang berada di luar cerita yang menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut nama, atau kata gantinya: ia, dia, mereka. Nama-nama tokoh cerita, khususnya yang utama, kerap atau terus menerus disebut, dan sebagai variasi dipergunakan kata ganti. Hal ini akan mempermudah pembaca untuk mengenali siapa tokoh yang diceritakan atau siapa yang bertindak.
Sudut pandang ”dia”dapat dibedakan ke dalam dua golongan berdasarkan tingkat kebebasan dan keterikatan pengarang terhadap bahan ceritanya. Di satu pihak, pengarang, narator dapat bebas menceritakan segala sesuatu yang berhubungan dengan tokoh ”dia”, jadi bersifat mahatahu, di lain pihak ia terikat, mempunyai keterbatasan ”pengertian” terhadap tokoh ”dia” yang diceritakan itu, jadi bersifat terbatas, hanya selaku pengamat saja.
1) ”Dia” mahatahu
Dalam sudut pandang ini, cerita dikisahkan dari sudut ”dia”, namun pengarang, narator dapat menceritakan apa saja hal-hal yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Narator mengetahui segalanya, ia bersifat mahatahu (omniscient). Ia mengetahui berbagai hal tentang tokoh, peristiwa, dan tindakan, termasuk motivasi yang melatarbelakanginya. Ia bebas bergerak dan menceritakan apa saja dalam lingkup waktu dan tempat cerita, berpindah-pindah dari tokoh ”dia”yang satu ke ”dia” yang lain, menceritakan atau sebaliknya ”menyembunyikan” ucapan dan tindakan tokoh, bahkan juga yang hanya berupa pikiran, perasaan, pandangan, dan motivasi tokoh secara jelas, seperti halnya ucapan dan tindakan nyata.
2) ”Dia” terbatas, ”Dia” sebagai pengamat
Dalam sudut pandang ”dia” terbatas, seperti halnya dalam”dia”mahatahu, pengarang melukiskan apa yang dilihat, didengar, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh cerita, namun terbatas hanya pada seorang tokoh saja atau terbatas dalam jumlah yang sangat terbatas. Tokoh cerita mungkin saja cukup banyak, yang juga berupa tokoh ”dia”, namun mereka tidak diberi kesempatan untuk menunjukkan sosok dirinya seperti halnya tokoh pertama.


b. Sudut Pandang Persona Pertama: ”Aku”
Dalam pengisahan cerita yang mempergunakan sudut pandang persona pertama (first person point of view), ”aku”. Jadi: gaya ”aku”, narator adalah seseorang yang ikut terlibat dalam cerita. Ia adalah si ”aku” tokoh yang berkisah, mengisahkan kesadaran dirinya sendiri, mengisahkan peristiwa atau tindakan, yang diketahui,dilihat, didengar,dialami dan dirasakan, serta sikapnya terhadap orang (tokoh) lain kepada pembaca. Jadi, pembaca hanya dapat melihat dan merasakan secara terbatas seperti yang dilihat dan dirasakan tokoh si ”aku” tersebut.
1) ”Aku” tokoh utama
Dalam sudut pandang teknik ini, si ”aku” mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniah, dalam diri sendiri, maupun fisik, hubungannya dengan sesuatu yang di luar dirinya. Si ”aku”menjadi fokus pusat kesadaran, pusat cerita. Segala sesuatu yang di luar diri si ”aku”, peristiwa, tindakan, dan orang, diceritakan hanya jika berhubungan dengan dirinya, di samping memiliki kebebasan untuk memilih masalah-masalah yang akan diceritakan. Dalam cerita yang demikian,si ”aku” menjadi tokoh utama (first person central).
2) ”Aku” tokoh tambahan
Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” muncul bukan sebagai tokoh utama, melainkan sebagai tokoh tambahan (first pesonal peripheral). Tokoh ”aku” hadir untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan itu kemudian ”dibiarkan” untuk mengisahkan sendiri berbagai pengalamannya. Tokoh cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang kemudian menjadi tokoh utama, sebab dialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, tindakan, dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain. Setelah cerita tokoh utama habis, si ”aku”tambahan tampil kembali, dan dialah kini yang berkisah.
Dengan demikian si ”aku” hanya tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya cerita yang ditokohi oleh orang lain. Si ”aku” pada umumnya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.

6. Gaya Bahasa dan Nada
Bahasa dalam cerpen memilki peran ganda, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai penyampai gagasan pengarang. Namun juga sebagai penyampai perasaannya. Beberapa cara yang ditempuh oleh pengarang dalam memberdayakan bahasa cerpen ialah dengan menggunakan perbandingan, menghidupkan benda mati, melukiskan sesuatu dengan tidak sewajarnya, dan sebagainya. Itulah sebabnya, terkadang dalam karya sastra sering dijumpai kalimat-kalimat khas. Nada pada karya sastra merupakan ekspresi jiwa.

KESEMPATAN KEDUA

Pria bertubuh jangkung dan berambut ikal itu menghampiri Desta sambil tersenyum. Wajahnya ramah dengan mata tajam terasa sangat familiar. Desta tersentak kaget, ternyata pria itu Darmawan, kakak kelasnya sewaktu di SMU dulu. Bagaimana mungkin?

“Hai Des”, ia menyapa Desta dengan hangat.
“Oh, hai juga”, Desta merasakan jantungnya berdetak kencang. Wajahnya mulai merona.
“Aku senang akhirnya kita bertemu kembali”, ia menatap Desta lama dan dalam. Di matanya terlukis berbagai perasaan. Suka cita. cinta, maupun  kerinduan. Desta terpaku, perasaannya hanyut dibuai kata-kata lembut penuh cinta itu.
Suara dering alarm membangunkan Desta. Ternyata hanya mimpi.
Desta melihat jam. Baru pukul enam pagi. Masih banyak waktu untuk bersiap-siap ke kantor. Desta memutuskan untuk berbaring di ranjang sebentar, meresapi arti mimpinya tadi. Entah mengapa, tiga hari terakhir ini Darmawan selalu hadir menghiasi mimpi-mimpinya.
Sudah sepuluh tahun berlalu, sepuluh tahun tidak pernah bertemu, bahkan Desta sudah melupakan Darmawan. Tapi, mengapa tiba-tiba ia muncul dalam mimpinya?
***
Desta ingat saat ia kelas dua SMU. Suatu hari teman sekelasnya--Dewi--menghampirinya sambil tersenyum.
“Des, ada yang titip salam tuh”.
Wajah Desta memerah. Meski ia sudah kelas dua SMU dan banyak teman-temannya yang telah berpacaran, tapi Desta termasuk cewek pemalu dan pendiam. Ia jarang ikut dalam kegiatan sekolah dan kumpul bareng teman-teman, terutama yang cowok. Dalam prestasi akademik, Desta jagonya. Ia selalu dapat ranking tiga besar di kelas. Tapi, dalam urusan pergaulan Desta sangat kurang. Teman dekatnya hanya beberapa orang.
“Salam?” ini pertama kalinya Desta mendapat perhatian dari seorang cowok. Ia merasa bingung dan grogi, tidak tahu bagaimana harus bersikap.
“Siapa?” Desta bertanya kembali dengan wajah memerah, malu.
Dewi menarik tangannya melalui ruang kelas lain. Saat itu jam istirahat, banyak pelajar yang berjalan atau ngobrol berkelompok, sebagian lagi berada di kantin.
Dewi menunjuk ke arah lapangan basket.
Desta mengikuti arah jari Dewi. Di depannya tampak seorang cowok jangkung lumayan tampan. Desta tidak mengenal cowok itu, karena ia jarang ngumpul dengan kakak-kakak kelasnya. Seakan mendengar percakapan mereka, cowok itu berpaling ke arah mereka, sekilas ia menatap Desta sambil tersenyum. Refleks Desta memalingkan wajah, jengah.
“Namanya Darmawan, anak kelas tiga”, Dewi berbisik di telinga Desta. Desta hanya mengangkat bahu dan diam, tidak memberi tanggapan. Ketika Dewi menyinggung masalah ini lagi, Desta menghindar dan mengalihkan pembicaraan.
Keesokan harinya, saat Desta berpapasan dengan Darmawan, Desta berusaha menghindar. Jika mereka tidak sengaja bertemu, Desta akan menundukkan kepala dan berjalan menjauh. Entah mengapa, setiap kali berpapasan dengan Darmawan, jantungnya berdetak kencang. Meski Desta sangat ingin mengenal Darmawan, tapi karena sifatnya pemalu, ia tidak berani menanggapi perhatian Darmawan. Bahkan, wajahnya yang kurang ekspresif bisa menyembunyikan perasaannya.
Dewi yang berusaha menjembatani hubungan mereka, akhirnya menyerah melihat tanggapan Desta yang dingin. Kemampuan Desta menyembunyikan perasaan telah menipu Dewi. Padahal, di hatinya Desta merasa sangat bingung dan bergejolak. Tapi di luar ia terlihat dingin dan cuek.
Waktu berlalu. Akhirnya, Darmawan lulus dan mereka pun berpisah. Setahun kemudian Desta lulus dan meneruskan kuliah ke kota lain. Selesai kuliah Desta bekerja di Jakarta. Sejak itu mereka tidak pernah lagi bertemu. Biasanya, setahun sekali saat libur tahun baru Desta pasti pulang ke kota kelahirannya. Tetapi, ia telah kehilangan kontak dengan teman-teman SMU-nya.
Tidak terasa, sepuluh tahun telah berlalu. Desta telah melupakan Darmawan dan masa-masa SMU-nya dulu. Tapi kini, tiba-tiba kenangan itu muncul kembali dalam mimpinya.
Desta mendesah sembari menatap langit-langit kamar kosnya. Apakah Darmawan masih mengingatnya? Mungkin ia sudah menikah sekarang. Seandainya diberi kesempatan untuk mengulang masa lalu, Desta pasti akan mencoba menjalin hubungan dengan Darmawan dan melihat, apakah mereka cocok satu sama lain, bukannya berlari menghindar setiap kali berpapasan dengan Darmawan.
Mungkinkah masih ada kesempatan bagi Desta? Desta mendesah, putus asa. Di usianya yang kedua puluh delapan, teman-temannya sudah menikah dan punya anak-sedangkan ia masih sibuk berkutat dengan tugas kantor yang membosankan serta menghabiskan malam minggu di kamar kosnya yang sempit. Hanya Tuhan yang tahu betapa menyedihkan dan membosankan hidupnya…
***
Desta memeriksa kotak masuk email-nya. Saat itu jam istirahat, semua teman-teman kantornya keluar makan siang, hanya dia yang memilih tetap di kantor sambil berselancar di dunia maya. Ternyata ada pesan masuk. Dari Anton, teman chatting yang baru dikenalnya seminggu ini. Desta tersenyum sambil membaca email-nya.
“Hai, Des,” Anton memulai kalimatnya, “Besok ada acara? Bagaimana kalau kita bertemu?”
Desta tertegun. Mereka baru berkenalan seminggu, tapi bisa dikatakan hampir tiap hari mereka chatting, saling bercanda dan membicarakan berbagai hal-hal sepele. Desta merasa cocok berteman dengan Anton dan pembicaraan mereka selalu menyenangkan. Tapi, untuk bertemu Desta belum siap.
Bagaimana ya penampilan Anton? Desta mencoba mereka-reka. Mungkin ia cowok tinggi tampan. Atau bahkan gemuk pendek dan berambut botak? Anton mengaku berumur tiga puluh dan masih single, tapi Desta menyangsikan ucapannya. Karena bisa saja ia pria hidung belang beranak tiga. Desta termasuk orang skeptis dan tidak mudah percaya, apalagi terhadap pria yang baru dikenal beberapa hari lewat internet, tempat para penipu dan orang-orang tidak waras bisa berkeliaran secara bebas menebar jaring untuk menjerat mangsanya.
“Aduh, sorry banget nih, tapi besok aku ada acara”, Desta membalas email Anton. Saat Desta akan mengirim pesannya, suara hatinya menahan.
“Mengapa tidak mencoba bertemu? Toh tidak ada ruginya”, bisik suara hatinya.
“Bagaimana kalau ia pria hidung belang yang suka mempermainkan wanita?” Logikanya memberi argumen.
“Paling tidak, dengan bertemu dan mengetahui kejelekannya, kamu bisa mengucapkan selamat tinggal selamanya padanya. Tapi, bagaimana kalau ia pria baik dan serius ingin berteman denganmu?” desak suara hatinya. Desta mulai ragu.
“Cobalah untuk membuka diri dan mengambil risiko. Jangan terus bersembunyi. Apakah kamu mau hidupmu seperti begini terus?”
Akhirnya suara hatinya menang. Desta menghapus pesan yang akan dikirim tadi dan menulis pesan baru.
“Boleh. Bagaimana kalau ketemu di Taman Anggrek pukul tiga?”
Seketika itu juga muncul balasan dari Anton.
Oke. Aku senang akhirnya kita bisa bertemu”.
Sebentar! Mereka belum pernah bertemu, bagaimana Desta bisa mengenalinya?
“Bagaimana aku bisa mengenalimu? Kamu pake baju warna apa?” tanya Desta.
Sesaat tidak ada jawaban. Akhirnya muncul balasan.
“Aku pasti akan mengenalmu kalau kita bertemu nanti”.
Apa maksudnya? Jangan-jangan, Anton teman yang sengaja iseng dan mempermainkannya? Tapi siapa? Desta bertanya-tanya dalam hati. Penasaran menunggu pertemuan besok.
***
Hari sabtu di Taman Anggrek, mal penuh pengunjung. Tua, muda, semua tidak mau ketinggalan menikmati akhir pekan sambil cuci mata. Desta baru tiba beberapa menit lalu. Ia sengaja datang tepat pukul tiga. Sembari menunggu Anton, Desta memperhatikan pengunjung yang hilir mudik di depan matanya. Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh bahunya.
“Hai.”
Desta membalikkan badan dan mendapati seraut wajah yang telah menghiasi mimpinya belakangan ini. Desta serasa berada di alam mimpi. Mungkinkah? Setelah sepuluh tahun, bagaimana tiba-tiba ia bisa berdiri di hadapan Desta seakan-akan mereka baru berpisah beberapa hari lalu? Sungguh kebetulan, mereka bertemu di sini ketika ia sedang menunggu Anton yang kelihatannya telat.
“Darmawan?” Desta bertanya linglung.
Darmawan tersenyum lebar, “Aku senang kamu masih ingat namaku”.
“Kebetulan yang tidak terduga,” Desta menjawab, masih tidak mempercayai penglihatannya. Sepuluh tahun, dan kini semua nostalgia itu muncul kembali dalam wujud nyata di hadapannya.
“Bagaimana kalau kita duduk dan ngobrol?” Darmawan menawarkan dengan senyumnya yang menghipnotis.
Desta menggigit bibirnya, kecewa. “Sayang sekali, aku sedang menunggu seseorang. Mungkin kita bisa bertemu besok?”
Darmawan menatap Desta dengan ekspresi misterius, “Menunggu seorang cowok?”
“Hanya teman,”
Darmawan menebak, “Seorang teman yang dikenal lewat internet?”
Desta terperangah kaget.
“Bagaimana kamu bisa tahu?”
“Apakah cowok itu bernama Anton?” Darmawan melanjutkan tebakannya.
“Bagaimana… Bagaimana kamu bisa tahu?” Ekspresi Desta yang kebingungan pasti sangat lucu.
Darmawan tertawa terbahak-bahak.
“Halo, Des. Kenalkan”, ia mengulurkan tangan dengan bercanda, “Aku Anton”.
“Sialan”, Desta memukul Darmawan. Meskipun dipermainkan, Desta merasa sangat bahagia. Jantungnya berdetak kencang.
“Sorry, Des, jangan marah, aku tidak bermaksud mempermainkanmu”.
“Tapi bagaimana kamu bisa tau email-ku? Sudah lama kita tak bertemu, tiba-tiba kamu menghubungi dan ngajak kenalan”.
Darmawan tersenyum nakal, “Berkat facebook. Aku menemukan alamat account-mu. Dengan beberapa usaha, akhirnya di sinilah aku”, ia mengakhiri kalimatnya sambil membentangkan tangan.
Desta terharu, “Kau sengaja mencari aku?”
“Heii, jangan sedih dong”, Darmawan salah tingkah melihat mata Desta berkaca-kaca, “Apakah kamu kecewa bertemu denganku lagi?” wajahnya terlihat sakit hati.
Desta menggelengkan kepala, “Tidak. Aku senang bertemu kamu”, katanya sambil menatap Darmawan, “Tapi... mengapa setelah sepuluh tahun… tidak ada kabar. Mengapa tiba-tiba kamu berpikir mencariku?”
Darmawan menatapnya serius, “Tidak, sejak dulu aku tidak pernah berhenti mencarimu… Walaupun dulu kamu pernah menolakku, tapi aku tidak bisa melupakanmu. Sejak tamat SMU, aku kehilangan jejakmu”.
Desta berkata lirih, “Maaf, dulu aku bersikap dingin dan mengabaikanmu.”
“Heii… mengapa kita jadi melankolis begini?” Darmawan kembali ke sikap jenakanya. “Pertemuan kembali harusnya dirayakan dengan pesta makan, bukan dengan pesta air mata”.
Desta tersenyum, “Sorry, aku hanya sedikit kaget”.
“Des, aku mau tanya sesuatu,” Darmawan terlihat gelisah dan gugup. Sikap percaya diri dan jenakanya hilang.
“Ya?” Desta menunggu dengan dada berdebar. Setelah sekian lama tidak bertemu, ia justru merasa semakin dekat dengan Darmawan. Ia baru sadar kalau selama ini merindukan Darmawan.
“Tapi tolong jangan marah ya. Harusnya aku menunggu dulu… tapi, aku sudah tidak sabar untuk mengatakannya padamu”, Darmawan mengernyit, wajahnya sedikit malu.
Desta menunggu sambil menahan napas.
“Aku telah jatuh cinta pada seorang wanita, aku ingin mengatakan perasaanku, tapi aku takut ditolak kembali”.
Desta gemetar pucat. Ternyata, Darmawan kini menyukai gadis lain. Dulu Desta pernah menolak Darmawan, tapi kini ketika Desta mulai jatuh cinta padanya, ia justru berpaling ke wanita lain. Apakah ini hukum karma?
“Menurutmu, haruskah aku mengatakan perasaanku padanya?” Darmawan bertanya sambil menatap wajah Desta yang pucat.
Desta menelan ludah dengan pahit, “Menurutku, kau harus mengatakannya”. Oh Tuhan, kalau kami memang tidak berjodoh, mengapa kami harus dipertemukan kembali?
Wah, siapa nih yang beruntung itu? Apa aku mengenalnya?” Desta pura-pura bersikap riang untuk menutupi perasaan kecewanya.
“Ya, aku yakin kau pasti kenal padanya. Ia pernah menolakku sekali dan aku takut ditolak lagi”.
Desta kasihan melihat kesedihan di wajah Darmawan.
“Katakanlah lagi. Percayalah, kalau kamu terus mencoba, akhirnya hatinya akan luruh juga”.
“Benarkah?” wajah Darmawan berseri-seri lagi.
Nah, sekarang aku mau bertanya padamu, Des”. Darmawan terdiam sebentar, “Apakah kali ini aku diterima?”
“Apa?” Desta merasa salah dengar. “Aku bertanya, apakah kali ini engkau masih menolakku?”
Desta tergagap, “Tapi… tapi..., bukankah kau menyukai wanita lain?” Darmawan meraih tangan Desta dan menggenggamnya erat. “Dari dulu sampai sekarang, yang ada di pikiranku hanya kamu,” ia terdiam sejenak sambil menatap Desta. “Walaupun dulu engkau pernah menolakku, tapi kuharap kali ini engkau mau memberiku kesempatan untuk membuktikan cintaku”. Darmawan masih mencintainya? Kabut yang menutupi hati Desta tadi sekarang lenyap tak berbekas. Kini hatinya dipenuhi kebahagiaan.
Desta menatap mata Darmawan, “Sebelum aku menjawab pertanyaanmu, aku ada satu pengakuan”. Darmawan menunggu dengan tegang, “Beberapa hari ini aku selalu memimpikan dirimu”.
Darmawan masih ragu, “Apakah ini berarti Ya?”
Desta mengangguk, “Ya. Ini berarti aku ingin memberi kita kesempatan.”
Terima kasih, Des,” Darmawan memeluknya dengan erat seakan-akan takut akan kehilangannya lagi.
Desta mendesah bahagia. Terima kasih Tuhan, engkau mendengar doaku. Terima kasih Tuhan, engkau masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.


DLL yang disiapkan Jika Cheat tidak tampil

d3dx43.dll (Folder PB)
msvcp100.dll (Folder PB)
msvcr100.dll (Folder PB)
d3dx9_42.dll (system32)
msvcp100d.dll (system32)
msvcr100d.dll (system32)
Atau kalian ingin yang sudah dipaketkan,
[-] DLL Folder PB <<< Jadi simpan dll yang ada di .rar ke dalam Folder PB mu.
[-] DLL System32 <<< Jadi simpan dll yang ada di .rar ke
  • C:\Windows\System (Windows 95/98/Me)
  • C:\WINNT\System32 (Windows NT/2000)
  • C:\Windows\System32 (Windows XP, Vista, 7)
Jika kamu menggunakan Windows versi 64-bit , kamu harus tempatkan .dll nya di C:\Windows\SysWOW64\
Apabila kalian masih tidak mengerti silahkan tinggal komentar kalian di bawah ini.
Terima Kasih ^_^
Download Multy Injector KLik Disini (untuk lost saga)
Download Multy Injector + processes KLik disini (untuk Geme Ofline)

Daftar isi Blog

Widget By: [Akhmad Andryan]

Update status FB Via BB - I-pade

http://hadi.web.id/fb.html http://hadi.web.id/facebook.html