Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan
menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan
antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang
jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan
(Ingg: scarcity).
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga,
rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis
besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."
Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang
menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling
terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa
dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya.
Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan
pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang
moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian,
politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada
dasarnya ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang
mempelajari pilihan manusia. Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi
diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran ekonomi, invisble hand, informatic
economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan sebagainya.
Energi.Alternatif Sebagian besar energi yang digunakan rakyat Indonesia saat ini berasal dari bahan bakar fosil yaitu minyak bumi, gas dan batu bara. Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan penghematan energi, maka perlu dilakukan pencarian sumber energi yang ramah lingkungan dan terbarukan .
Lebih dari 70% bagian permukaan bumi adalah lautan, sedangkan Indonesia sendiri merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi sumber energi alternatif yang melimpah, yaitu energi yang terbarukan dan tak terbarukan. Sumber energi yang terbarukan dari laut adalah energi gelombang, pasang surut, energi yang timbul akibat perbedaan suhu antara permukaan air dan dasar laut (OTEC), serta energi arus laut.
Gelombang.Laut Gelombang laut merupakan salah satu bentuk energi yang bisa dimanfaatkan dengan mengetahui tinggi gelombang, panjang gelombang, dan periode waktunya. Ada 3 cara untuk menangkap energi gelombang, yaitu : : 1. Pelampung: listrik dibangkitkan dari gerakan vertikal dan rotasional pelambung
2. Kolom air yang berosilasi (Oscillating Water Column): listrik dibangkitkan dari naik turunnya air akibat gelombang dalam sebuah pipa silindris yang berlubang. Naik turunnya kolom air ini akan mengakibatkan keluar masuknya udara di lubang bagian atas pipa dan menggerakkan turbin. .
3. Wave Surge. Peralatan ini biasa juga disebut sebagai tapered channel atau kanal meruncing atau sistem tapchan, dipasang pada sebuah struktur kanal yang dibangun di pantai untuk mengkonsentrasikan gelombang, membawanya ke dalam kolam penampung yang ditinggikan. Air yang mengalir keluar dari kolam penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan listrik dengan menggunakan teknologi standar hydropower.
Energi ini dapat dikonversi ke listrik lewat 2 kategori yaitu off-shore (lepas pantai) and on-shore (pantai).
Kategori lepas pantai (off-shore) dirancang pada kedalaman sekitar 40 meter dengan menggunakan mekanisme kumparan seperti Salter Duck yang diciptakan Stephen Salter (Scotish) yang memanfaatkan pergerakan gelombang untuk memompa energi. Sistem ini memanfaatkan gerakan relatif antara bagian/pembungkus luar (external hull) dan bandul didalamnya (internal pendulum) untuk diubah menjadi listrik. Peralatan yang digunakan yaitu pipa penyambung ke pengapung di permukaan yang mengikuti gerakan gelombang. Naik turunnya pengapung berpengaruh pada pipa penghubung selanjutnya menggerakan rotasi turbin bawah laut. Di Amerika Serikat, telah ada perusahan yang mengembangkan untaian buoy pelampung plastik yang mendukung penghasil listrik ini. Setiap Buoy pelampung bisa menghasilkan 20 kW listrik dan saat ini telah dikembangkan untuk mengisi ulang energi (recharge) bagi robot selam angkatan laut AS dan digunakan bagi komunitas kecil. Cara lain untuk menangkap energi gelombang lepas pantai adalah dengan membangun tempat khusus seperti sistem tabung Matsuda, metodenya adalah memanfaatkan gerak gelombang yang masuk di dalam ruang bawah dalam pelampung dan sehingga timbul gerakan perpindahan udara ke bagian atas pelampung. Gerakan perpindahan udara ini menggerakkan turbin. Pusat Teknologi Kelautan Jepang telah mengembangkan prototype jenis ini yang disebut ‘Mighty Whale’ berupa peralatan penangkap gelombang yang di tempatkan di dasar laut (anchored) dan dikontol dari pantai untuk kebutuhan listrik di pulau-pulau kecil.
Sistem on-shore mengkonversi gelombang pantai untuk menghasilkan energi listrik lewat 3 sistem: channel systems, float systems dan oscillating water column systems. Prinsipnya energi mekanik yang tercipta dari sistem-sistem ini secara langsung mengaktifkan generator dengan mentransfer gelombang pada fluida, air atau udara penggerak yang kemudian mengaktifkan turbin generator. Pada channel systems gelombang disalurkan lewat suatu saluran kedalam bangunan penjebak seperti kolam buatan (lagoon).
Ketika gelombang muncul, gravitasi akan memaksa air melalui turbin guna membangkitkan energi listrik. Pada float systems yang mengatur pompa hydrolic berbentuk untaian rakit-rakit dihubungkan dengan engsel-engsel (Cockerell) bergerak naik turun mengikuti gelombang. Gerakan relatif menggerakkan pompa hidrolik yang berada di antara dua rakit. Tabung tegak Kayser juga dapat digunakan dengan pelampung yang bergerak naik turun didalamnya karena adanya tekanan air. Gerakan antara pelampung dan tabung menimbulkan tekanan hidrolik yang diubah menjadi energi listrik. Oscillating water column systems menggunakan gelombang untuk menekan udara diantara kontainer. Ketika gelombang masuk ke dalam kolom kontainer berakibat kolom air terangkat dan jatuh lagi sehingga terjadi perubahan tekanan udara. Sirkulasi yang terjadi mengaktifkan turbin sebagai hasil perbedaan tekanan yang ada. Beberapa sistem ini berfungsi juga sebagai tempat pemecah gelombang ‘breakwater’ seperti di pantai Limpit, Scotlandia dengan energi listrik yang dihasilkan sebesar 500 kW.
Ada empat teknologi energi gelombang yaitu sistem rakit Cockerell, tabung tegak Kayser, pelampung Salter, dan tabung Masuda.
Sistem rakit Cockerell berbentuk untaian rakit-rakit yang saling dihubungkan dengan engsel-engsel dan sistem ini bergerak naik turun mengikuti gelombang laut. Gerakan relatif rakit-rakit menggerakkan pompa hidrolik yang berada di antara dua rakit. Sistem tabung tegak Kayser menggunakan pelampung yang bergerak naik turun dalam tabung karena adanya tekanan air. Gerakan relatif antara pelampung dan tabung menimbulkan tekanan hidrolik yang dapat diubah menjadi energi listrik. Sistem Pelampung Salter memanfaatkan gerakan relatif antara bagian /pembungkus luar (external hull) dan bandul didalamnya (internal pendulum) untuk diubah menjadi energi listrik. Pada sistem tabung Masuda metodenya adalah memanfaatkan gerak gelombang laut masuk ke dalam ruang bawah dalam pelampung dan menimbulkan gerakan perpindahan udara di bagian ruangan atas dalam pelampung. Gerakan perpindahan udara ini dapat menggerakkan turbin udara.Lokasi potensial untuk membangun sistem energi gelombang adalah di laut lepas, daerah lintang sedang dan di perairan pantai. Energi gelombang bisa dikembangkan di Indonesia di laut selatan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Cara kerja pembangkit listrik baru ini sangat sederhana. Sebuah tabung beton dipasang pada suatu ketinggian tertentu di pantai dan ujungnya dipasang dibawah permukaan air laut. Tiap kali ada ombak yang datang ke pantai, air di dalam tabung beton itu akan mendorong udara yang terdapat di bagian tabung yang terletak di darat. Pada saat ombak surut, terjadi gerakan udara yang sebaliknya dalam tabung tadi. Gerakan udara yang bolak-balik inilah yang dimanfaatkan untuk memutar turbin yang dihubungkan dengan sebuah pembangkit listrik. Sebuah alat khusus dipasang pada turbin itu supaya turbin hanya berputar satu arah, walaupun arah arus udara dalam tabung beton itu silih berganti.
Kolom Air Bergerak kesana kemari ( Owc): Kolom Air yang bergerak kesana kemari dan diteliti yang dikembangkan dari semua alat garis pantai. Kolom Air bergerak kesana kemari menggunakan suatu struktur yang secara parsial menyelam untuk memanfaatkan tenaga potensial dan kinetik meliputi suatu gelombang samudra. Untuk membangun OWC yang diperlukan adalah suatu perhatian utama sebab keseluruhan lokasi harus " kering". Suatu dinding penghalang pada umumnya dibangun pada atas/sisi samudra area konstruksi. Walaupun alat ini adalah lebih mudah untuk mengakses dibanding generator lepas pantai ongkos bangunan suatu dinding penghalang adalah penting. Bagian yang atas struktur adalah berongga dengan suatu pelabuhan pada bagian belakang turbine/generator baik ( gambar 1). Dinding Medan meluas ke dalam air dan perlu untuk secara penuh menyelam terus menerus. Dalam kaitan dengan keperluan ini fluktuasi yang pasang surut harus dibandingkan secara relatif kecil kepada ukuran struktur [itu].
Asumsikan garis yang merah membujuk untuk terus gambar 1 adalah permukaan air diwakili. Jika ini adalah kasus, ketika gelombang yang datang/berikutnya menyalurkan ke dalam struktur, sebagian dari airflow akan lepas kebalikan arah gelombang sebab akan tidak ada " segel" memaksa angkasa sampai pelabuhan pada atas dinding belakang struktur . Seperti itu, fluktuasi yang pasang surut harus tidak menetes jatuh di bawah tepi alas dinding medan dalam rangka memelihara parameter operasional. Ketika gelombang mendekati, itu menyebabkan udara untuk memaksa supaya ruang/daerah dan ke luar dari pelabuhan, dekat dinding belakang. Ketika gelombang mundur arah kebalikan, udara ditarik dari pelabuhan pada dinding belakang sampai turbin dan ke luar dekat pintu masuk dinding medan. Turbin baik dengan sendirinya adalah terobosan yang utama di dalam implementasi OWC , pemanfaatan dua cara perputaran generator searah. Walaupun OWC mempunyai potensi maha besar ketika diterapkan dengan energi samudra mempunyai beberapa kelemahan. Awal ongkos dinding penghalang dan lampiran adalah sangat tinggi sebab kebanyakan penempatan adalah jalan masuk ke alat berat. Pada umumnya pantai lokasi sukar untuk diperoleh, tergantung pada penetapan wilayah. Lagipula lokasi karang ini adalah pantas untuk penempatan berbagai jenis hidup samudra dan kadang-kadang yang dilindungi di depan hukum. Seperti tersebut sebelumnya, masalah utama dengan OWC sedang memanfaatkan bi-directional arus udara itu menyajikan. Penggunaan suatu Mekanik Turbin menggabungkan dengan suatu generator induksi adalah bentuk wujud khas dari suatu OWC.
Keuntungan pemanfaatan energi gelombang ini adalah:
- Energi ini bebas, tidak perlu bahan bakar, tidak ada limbah/polusi
- Sumber energi yang dapat diperbaharui
- Dapat menghasilkan banyak energi
- Biaya tidak mahal
Sedangkan kelemahannya adalah:
- Sangat tergantung dengan karakteristik gelombang, kadang-kadang bisa menghasilkan energi yang besar, kadang-kadang tidak ada.
- Perlu satu lokasi yang tepat dimana gelombangnya konsisten besar.
- Alatnya harus kokoh sehingga tahan terhadap kondisi cuaca yang jelek
Turbin baik :
Salah satu permasalahan yang paling besar yang menyertakan generasi tenaga gelombang adalah fakta keadaan laut yang sederhana adalah suatu unsur yang sangat bersifat menghancurkan, terutama ketika dalam hubungan dengan bagian mekanis untuk menentukan jangka waktu. Ini telah dipecahkan di dalam disain OWC dengan penggunaan udara dipaksa sebagai ganti seawater untuk memutar generator. Masalah yang berikutnya ditemui yaitu usaha untuk menggunakan kedua arus udara yang disajikan oleh OWC. Turbin baik telah dirancang oleh Alan Well pada tahun 1980. Pumpun primernya adalah untuk kembangkan suatu turbin yang bisa menerima dua jalan/cara searah yang mengalir hanya memutar satu arah, dengan mengabaikan arah air atau airflow. Seperti ditunjukkan gambar 2-b, perancangan mata pisau diri mereka adalah inovasi turbin baik.
Mata pisau adalah serupa untuk suatu kerjang udara kalau tidak mereka adalah simetris tentang poros yang horisontal, yang secara khas kerjang udara adalah berbentuk lonjong dalam keadaan dan tidak simetris. Suatu kerjang udara hanya menggunakan dan mengangkat kekuatan menyajikan, sedang turbin baik menggunakan itu untuk mengangkat dan kakas seret untuk memperoleh suatu yang self-rectifing yang searah perputaran generator. Ketika angkasa pindah ke hal positif atau hal negatif yang arah mata pisau berputar ke arah yang sama ( gambar 2-a).
Kelemahan pada jenis ini adalah kerugian aerodinamika yang terjadi. Kebanyakan turbin beroperasi pada 85% dan di atas untuk efisiensi tetapi turbin baik hanya beroperasi pada 80% efisiensi . Lagipula ketika ukuran ombak adalah yang terlalu kecil turbin benar-benar melepaskan tenaga generator untuk tinggal pada beroperasi kecepatan. Selama kondisi-kondisi badai ketika angkasa percepatan menjadi ekstrim dan pergolakan kembangkan di sekitar mata pisau dan efisiensi secara dramatis berkurang. Pada intinya beroperasi toleransi untuk kondisi-kondisi gelombang adalah sangat sempit.
TAPCHAN:
TAPCHAN adalah suatu singkatan untuk saluran yang diruncingkan dan telah dirancang dan diterapkan oleh peneliti orang Norwegia pada tahun 1985 . Lokasi yang menghadap samudra dan dikelilingi oleh dinding beton tinggi adalah suatu bentuk setengah bola pada sisi masing-masing ( gambar 3 ). Air masuk kepada struktur adalah suatu nilai/kelas sedikit [sebagai/ketika] didekati dari pantai dengan suatu reservoir pada sisi yang jauh. Saluran yang sangat lebar/luas terdekat ke laut dan meruncingkan bagi suatu lebar lebih kecil ketika mendekati reservoir.
Ketika reservoir mengisi air yang mendesak ke arah saluran reservoir, yaitu suatu turbin yang memondokkan. Turbin Pemintalan menghasilkan listrik, yang mana adalah sangat serupa dengan suatu pembangkit tenaga listrik listrik tenaga air. Susunan ini memerlukan yang sempurna rata-rata tenaga getaran dalam rangka mempunyai cukup kekuatan untuk mendorong kebanyakan dari air ke dalam reservoir. Lagipula perubahan yang pasang surut dapat tidak ada lagi 1m dari tinggi ke air surut untuk memastikan bahwa korset reservoir itu penuh.
Potensi.Daya Untuk memprediksi daya yang dapat dibangkitkan di pantai dilakukan dengan memanfaatkan data angin. Angin yang bertiup dipermukaan laut merupakan faktor utama penyebab timbulnya gelombang laut. Angin yang berhembus di atas permukaan air akan memindahkan energinya ke air. Semakin lama dan semakin kuat angin berhembus, semakin besar gelombang yang terbentuk. Menurut teori Sverdrup, Munk dan Bretchneider (SMB) kecepatan angin minimum yang dapat membangkitkan gelombang adalah sekitar 10 knot atau setara dengan 5 m/det. Untuk mengkonversi tinggi dan perioda gelombang digunakan persamaan gelombang untuk perairan dangkal (CERC,1984). Persamaan yang digunakan adalah:
dimana: F = panjang fetch
UA = faktor stress angin
G = percepatan gravitasi
Sedangkan Daya yang dapat dibangkitkan dari energi gelombang dihitung dengan menggunakan persamaan daya gelombang, yaitu:
P = 0.55 H2S Tz kW/m (3)
dimana P adalah daya (kW/m panjang gelombang), H adalah tinggi gelombang (m), S adalah perioda (detik), dan Tz adalah zero crossing period.
Kesimpulan:
Di dalam alat keduanya kita harus mengevaluasi masing-masing pada jasa sendiri dan pada penempatan dari implementasi yang diinginkan. Kedua-duanya alat ini mempunyai suatu potensi besar, hanyalah sebab ketiadaan minat di dalam energi dapat diperbaharui aplikasi dari teknologi baru belum terjadi. Dengan lebih riset dan membiayai kedua-duanya dari alat ini bisa mempunyai suatu banyak area aplikasi lebih luas.
·Poros gerakan : adalah mekanisme yang memungkinkan robot untuk bergerak secara lurus atau berotasi
·Derajat kebebasan : adalah jumlah arah yang idenpenden dimana end-effector dari sebuah robot dapat bergerak.
Geometri robot :
1.Anthropomorphic : memiliki kesamaan dengan manusia, misalnya lengan Anthropomorphic akan serupa dengan lengan manusia dalam hal bagaimana setiap bagian dihubungkan. Lengan ini memiliki manuver paling besar dans eringkali menjadi pilihan untuk pengecatan, namun jenis ini pergerakannya paling lambat dan akan mengalami kesulitan untuk menggerakkan ujung lengan dalam garis lurus.
2.Cartesian : dapat bergerak 3 arah yang idependen yaitu sumbu X, Y dan Z. Biasanya lengan ini akan bekerja pada kerangka overhead yang dibentuk oleh sumbu x membentuk suatu lingkup kerja persegi panjang. Geometri ini digunakan untuk pekerjaan yang memiliki cakupan area yang luas dimana gerakan-gerakan yang rumit tidak terlalu dipentingkan.
3.Silindris : Serupa dengan cartesian, kecuali bahwa ia tidak memiliki gerakan sepanjang sumbu X, sebagai gantinya, lengan dapat bergerak rotasi. Terdapat 3 poros gerakan yaitu Y, Z dan q. Dimana q adalah sudut rotasi.
4.Kutup : Hampir sama dengan silindris, lengan dengan geometri kutup memiliki sumbu Y dan q, perbedaannya terletak pada adanya poros yang memungkinkan lengan tersebut berotas / berputar pada bidang vertikal, sebagai ganti gerakan ke atas atau ke bawah sepanjang sumbu Z. Lingkup kerjanya seperti bagian permukaaan dari sebuah bola (spherical).
5.SCARA (Selective Compliant Assembly Robot Arm) : pada SCARA persendian putar lengannya berotasi pada sumbu vertikalnya. Pemakaiannya meluas untuk pengoperasian perakitan khususnya pada bidang elektronika.
Siapa saja yang pada saat ini berkecimpung dibidang teknik, termasuk disini para siswa SMK, maka sedikit banyak tentu berhubungan dengan teknik listrik (elektronika) dan oleh karena itu maka harus memahaminya. Pengetahuan tersebut diawali dengan kesiapan dalam memahami suatu petunjuk peralatan dan penilaian atas fungsi-fungsi yang diberikan, kemudian melalui pembicaraan promosi secara profesional akhirnya mengetahui fungsi peralatan yang sesuai dengan keahliannya dan barangkali juga untuk mengenali atau bahkan untuk memperbaiki suatu kesalahan yang mungkin terjadi. Tetapi semua itu mensyaratkan dimilikinya pengetahuan teknik listrik yang mendasar.
Selanjutnya untuk maksud tersebut harus tersedia suatu modul yang dapat menjadi perantara dalam mentransfer keterampilan dan pengetahuan teknik listrik yang diperlukan, yang pada akhirnya peserta didik mampu melatih diri pada pekerjaan dibidang elektronika atau bidang khusus lain dari teknik listrik.
Modul ini secara metodik tersusun sedemikian rupa, untuk digunakan sebagai bahan ajar pendukung dalam memperoleh dasar-dasar teknik listrik di sekolah maupun belajar mandiri bagi siswa di semua bidang keahlian yang ada.
Modul ini membatasi diri pada materi teknik listrik yang pokok. Uraian percobaan yang sederhana dan juga contoh-contoh mengantarkan ke masing-masing topik. Materi dipermudah sedemikian rupa dan ditunjukkan dengan percobaan. Melalui percobaan dan contoh-contoh diperoleh pengertian dan penafsiran sesuai dengan hukum ilmu fisika. Pada akhirnya penggunaan percobaan termasuk juga contoh-contoh perhitungan sangat membantu setiap topik teknik listrik, yang dapat digunakan sebagai bahan argumentasi untuk memperkuat pengertian yang diperolehnya. Pertanyaan dan soal-soal latihan yang dilengkapi dengan kunci jawaban memberikan suatu kemungkinan pada peserta didik untuk berlatih dan mengontrol sendiri hasil pekerjaannya.
Dalam modul ini hanya ditemukan penggunaan besaran, satuan dan simbol yang telah ditetapkan melalui peraturan tentang satuan dalam hal pengukuran pada tanggal 2 Juli 1969.
TUJUAN UMUM PEMBELAJARAN
1.Peserta didik memiliki pengetahuan teknik listrik yang mendasar, yang pada akhirnya mampu melatih diri pada pekerjaan di bidang elektronika atau bidang khusus lain dari teknik listrik
2.Peserta didik mengetahui simbol formula dan satuan besaran-besaran listrik dalam teknik listrik yang berlaku secara internasional
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1.Baca dan pahami kompetensi dan sub kompetensi modul ini dalam profil kompetensi tamatan program keahlian teknik instalasi listrik
2.Modul ini terbagi dalam 2 (dua) kegiatan belajar, masing-masing dengan judul pengertian dasar (tenaga) listrik dan hukum rangkaian arus
3.Pelajari dengan seksama dan pahami dengan benar isi materi. Bacalah beberapa kali hingga diperoleh pemahaman atas beberapa pengertian yang ada
4.Lakukan percobaan-percobaan yang ditunjukkan dalam modul ini untuk mendukung pemahaman isi materi
5.Kerjakan soal-soal latihan yang ada di bagian akhir setiap kegiatan belajar
6.Gunakan kunci jawaban untuk mengontrol kebenaran jawaban yang dibuat
Penerapan Konsep DasarListrik dan Elektronikai
Kegiatan Belajar 1
PENGERTIAN DASAR (TENAGA) LISTRIK
Tujuan Khusus Pembelajaran
Peserta dapat :
·Menjelaskan perbedaan antara atom dan elektron
·Mengetahui sifat-sifat muatan listrik (pembawa muatan)
·Memahami konsep dasar tentang arus, tegangan dan tahanan listrik
1.Atom dan elektron
Kita potong-potong suatu benda padat, misalnya tembaga, kedalam bagian-bagian yang selalu lebih kecil, dengan demikian maka pada akhirnya kita dapatkan suatu atom. Kata atom berasal dari bahasa Yunani dan berarti “tidak dapat dibagi”.
Dalam beberapa waktu kemudian barulah dapat ditemukan buktinya melalui percobaan, bahwa benda padat tersusun atas atom. Dari banyak hasil percobaan ahli fisika seperti Rutherforddan Bohr menarik kesimpulan, bahwa suatu atom harus tersusun mirip seperti sistim tata surya kita
2.Muatan listrik - Pembawa muatan
Elektron mengelilingi inti atom dengan kecepatan yang sangat tinggi (± 2200 km/det.). Pada gerakan melingkar, meski berat elektron tidak seberapa, maka disini harus bertindak suatu gaya sentrifugal yang relatip besar, yang bekerja dan berusaha untuk melepaskan elektron keluar dari lintasannya. Sekarang tenaga apakah yang menahan elektron tetap pada lintasannya mengitari inti ?
Tenaga yang menahan bumi tetap pada lintasannya adalah grafitasi. Grafitasi antara elektron-elektron dan inti atom belum mencukupi, sebagaimana terbukti secara perhitungan, dan tidak dapat menahan elektron-elektron yang terjauh untuk tetap pada lintasannya. Oleh karena itu disini harus bertindak suatu tenaga lain, yaitu tenaga listrik.
Diantara inti atom dan elektron terdapat tenaga listrik.
Tenaga listrik semacam ini sederhana membuktikannya. Kita gosokkan penggaris mika (bahan sintetis/plastik) dengan suatu kain wol, maka pada bahan ini bekerja suatu gaya tarik terhadap kertas, yang pada prinsipnya lebih besar daripada tenaga grafitasi.
Yang bertanggung jawab terhadap tenaga listrik kita sebut muatan listrik.
Terhadap inti atom, elektron bersifat menjalankan suatu tenaga listrik. Jadi elektron memiliki muatan listrik. Kita katakan elektron sebagai suatu pembawa muatan.
Oleh karena inti atom juga mempunyai sifat menjalankan tenaga listrik, maka inti atom juga mempunyai muatan listrik.
Hal ini terbukti bahwa elektron-elektron tidak saling tarik-menarik, melainkan tolak-menolak. Demikian pula tingkah laku inti atom
Piranti-piranti pengontrol otomatis ini sangat berguna bagi manusia. Apalagi jika ditambah dengan suatu kecerdasan melalui program yang ditanamkan dalam sistem tersebut akan semakin meringankan tugas-tugas manusia. Akan tetapi secerdas apapun sebuah mesin tentu masih membutuhkan peranan manusia untuk mengatur dan mengontrol piranti-piranti ini. Otomasi kontrol bukan untuk menggantikan sepenuhnya peranan manusia, tetapi mengurangi peranan dan meringankan tugas-tugas manusia dalam pengontrolan suatu proses.
Dengan adanya perkembangan teknologi, maka mata kuliah Teknik Tenaga Listrik atau Teknik Kendali(control automatic) memberikan kemudahan dalam :
1.Mendapatkan performansi dari sistem Dinamik,
2.Dapat mempertinggi kualitas produksi
3.Menurunkan biaya produksi,
4.Mempertinggi laju produksi,
5.Dan meniadakan pekerjaan- pekerjaan rutin yang membosankan, yang harus dilakukan oleh manusia.
Maka dengan mencakup konsep-konsep teori jaringan (Network theori) akan mendapatkan suatu analisis system pengaturan dan pengendalian pada hasil keluaran (output) yang dikehendaki.
Dengan demikian didalam permasalahan “Analisis Sistem Teknik” akan dibahas masalah:
·System dan model system, juga perumusan matematis system yang ditinjau dan serta cara penyelesaiannya.
·Untuk teknik umpan balik (feedback ) adalah merupakan salah satu proses paling dasar dan hampir terdapat di semua system dinamik antara lain :
-Hal-hal yang berkaitan dengan diri manusia
-Hubungan antara manusia dengan mesin-mesin
-Peralatan-peralatan yang saling menunjang.
Sehingga system adalah kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersama-sama dan dapat menjalannkan tugas-tugas tertentu antara lain:
-Sistem Elektris
-Sistem Mekanis
-Sistem Thermis
-Sistem Biologis
Closed loop control System: Yaitu pengaruh output ke input disebut “ feedback “ yang berarti suatu komponen keadaan tiap saat dari output (akibat) diberitaukan ke input ( penyebab ). Jadi “ Input dan output berasama-sama mengatur kerja system sampai output mencapai harga yang diinginkan.
B ( bimetal ) : yang terdiri dari dua buah keeping logam yang mempunyai koefisient expansitermal (ά ) yang berlainan dan dilekatkan menjadi satu. Dengan adanya perbedaan expansitermal tersebut, bila bimetal dipanaskan atau didinginkan akan mengalammi perubahan bentuk, atau berubah bentuk sehingga terjadi perubahan pada jari-jari tertentu.
Elemen-elemen Listrik
1.Elemen Listrik Pasif : Adalah elemen listrik yang mempunyai sifat menerima/membutuhkan tegangan listrik.
·Resistor
·Capasitor
·Induktor
2.Elemen Listrik Aktif : Adalah elemen listrik yang mempunyai sifat membangkitkan atau memberikan tenaga listrik.
·Sumber Arus
·Sumber tegangan
Komponen-komponen Listrik
Resistor : Adalah suatu hambatan dari suatu benda sebagai penghantar atau Isolator.
Besarnya hambatan (Resistansi ) dari bahan dapat dirumuskan sebagai berikut :
Tahanan suatu bahan /material tergantung pada
R = Besarnya Hambatan ( Ω )
ρ = Hambatan Jenis (Ωm )
L = Panjang bahan ( m )
A = Luas penampang ( mm2 )
Hambatan yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu misalnya, akan dipakai untuk membatasi arus yang akan mengalir sehingga memberikan tegangan tertentu :
Maka dapat dikatakan sebagai penghantar ( Konduktor ): karena mempunyai nilai tahanan yang rendah. Seperti
-Logam
-Logam Campuran
-Larutan asam
Disebut sebagai Isolator karena mempunyai hambatan isolasi yang tinggi
Modul MembacadanMengidentifikasiKomponenElektronika dengan Kode ELKA-MR.UM.002A, diharapkan mempermudah peserta didik kompeten dalam merawat dan memperbaiki peralatan elektronik audio, videodangame komersial:
MembacadanmengidentifikasikomponenResistor :
Resistor dibaca dan di identifikasi nilainya berdasarkan kode warna dan tanda-tanda lain.
Nilai resistansi resistor rangkaian seri.
Nilai resistansi resistor rangkaian paralel.
Nilai resistor rangkaian seri-paralel.
Resistor dikenali komposisi bahan dan jenisnya, serta kegunaannya masing-masing.
Membacadanmengidentifikasikomponen Kondensator:
Kondensator diidentifikasi dan dibaca nilai serta tipenya berdasarkan tulisannya atau kode warnanya.
Setiap jenis kandensator dijelaskan kegunaannya masing-masing
Proses charge dan discharge pada kondensator dijelaskan dan dikaitkan dengan hukum Coulomb.
Nilai kapasitas kondensator dirangkai seri
Nilai kapasitas kondensator dirangkai paralel
MembacadanmengidentifikasiKomponen Induktor.
Induktor diidentifikasi dan dipahami nilainya untuk berbagai tipe inti/core (ferrite, udara)
Setiap jenis induktor dijelaskan kegunaannya dan alasan kenapa dipilih jenis tersebut.
Pengaruh ukuran kawat dan diameter belitan pada induktor mampu dijelaskan
MembacadanmengidentifikasikomponenTransformator :
Transformator diidentifikasi dan dipahami nilainya untuk berbagaii tipe.
Mampu dijelaskan bagaimana Transformator digunakan untuk konversi menaikkan (step up)dan menurunkan (step down) tegangan.
Dijelaskan kenapa sebuah Transformator memakai laminasi dan intinya dibuat tidak pejal melainkan dari plat besi berlapis-lapis.
Membacadanmengidentifikasikomponen Transistor:
Transistor dibaca dan diidentifikasi tipenya dan dipahami kegunaannnya sebagai UJT, FET,danMosfet
Transistor dijelaskan tentang besaran betha, alpha, pemberian tegangan DCdan range tegangan bias dan kegunaan lainnya
MembacadanmengidentifikasikomponenThyristor;
Thyristor dibaca dan diidentifikasi kegunaannya di samping semikonduktor lainnya.
KomponenDiac, Triacs,danSCR diidentifikasi dan dijelaskan prinsip kerjanya.
MembacadanmengidentifikasikomponenDioda;
Dioda diidentifikasi dan dipahami tipenya dan kegunaannya
Dioda penyearah dijelaskan kegunaannya pada penyearahan tegangan bolak-balik.
Dioda zener dijelaskan batas ratingnya, dan kegunaannya pada regulator tegangan searah
Dioda detector dijelaskan fungsinya pada pendeteksi sinyal modulasi
Dioda Varactor dijelaskan fungsinya untuk pengubah tegangan menjadi kapasitansi
Membacadanmengidentifikasi piranti Optik;
Piranti optik diidentifikasi kegunaannya sebagai LED, LCDdan sebagainya.
Piranti optik untuk Solar sel dijelaskan aktivasinya dengan benar.
Piranti optik untuk photo resistor, photoDioda, phototransistor dijelaskan pemakaiannya masing-masing dan dapat digambarkan skemanya.
KomponenMOS, CMOSdanFET dapat dijelaskan kegunaannya masing-masing.
Komponen-komponen tersebut banyak dipergunakan dalam rangkaian pesawat elektronika Audio-Videodan peralatan Game Komersial.
Prasyarat
Peserta didik untuk menguasai kompetensi MembacadanMengidentifikasiKomponenElektronika. KODE: ELKA-MR.UM.002.A dengan menggunakan Modul dipersyaratkan:
Membaca Simbol Komponen.
Dapat mengoperasikan Multimeter Analog Fungsi Ohm meter.
Dapat mengoperasikan RCL Tester.
Dapat mengoperasikan Transistor Cheker.
Petunjuk Penggunaan Modul Bagi Siswa
Petunjuk penggunaan modul Pemahaman KomponenElektronika ELKA-MR.UM.002A ini diperuntukkan kepada peserta didik/siswa diharapkan dapat belajar mandiri dan peran guru untuk membantu, maka mengikuti langkah-langkah dalam melakukan kegiatan belajar di bawah ini:
Petunjuk Bagi Siswa
Langkah-langkah belajar yang ditempuh, mulailah menghafalkan kode warna dan menguasai arti warna-warna yang tertera dalam Resistor dan membuktikan nilai resistansi yang dibacanya dengan mengukur Resistor tersebut menggunakan Ohmmeter. Menguasai gambar simbol komponenResistor; Kondensator; Induktor danTransformator.
Perlengkapan yang harus dipersiapkan, Tabel kode warna, Resistor berbagai macam dan ukuran; Kondensator berbagai macam dan ukuran; Induktor berbagai macam dan ukuran; Transformator; berbagai type Transistor, Thyristor, Dioda piranti Optik, MOS, CMOSdanFET berbagai macam dan ukuran; Multimeter Analog dan Transistor Cheker.
Hasil pelatihan, peserta didik dapat membuat laporan praktik tertulis lengkap dengan data karakteristik masing-masing komponen.
Prosedur pengujian, setiap uji sub kompetensi mencakup aspek Pengetahuan (Kognitif), Sikap (Affektif) dan Perbuatan (Psikomotor).
Peran guru dalam proses pemelajaran, pembimbing, penguji, merekomendasi nilai sertifikasi.
Peran Guru
Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar, menyiapkan lembar kerja siswa, Alat dan Bahan sesuai kebutuhan.
Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar, membuat tugas terstruktur, membimbing pembuatan laporan hasil praktik siswa.
Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktik masing-masing karakteristik komponendan menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa sehingga pencapaian kompetensi siswa dapat tercapai dengan optimal dan maksimal.
Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar, apabila perangkat yang tersedia masih dirasa kurang berkaitan dengan diklat yang sedang dilakukan.
Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan, terutama apabila jumlah sarana pendukung tidak memenuhi jumlah siswa.
Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja atau guru tamu dari Dunia Usaha dan Industri untuk membantu jika diperlukan,
Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya, untuk menginventaris kemajuan hasil belajar siswa.
Melaksanakan penilaian dan menyampaikan hasil penilaian siswa secara transparan serta mengentri data penilaian ke database yang sewaktu-waktu dapat di print out bila diperlukan.
Menjelaskan kepada siswa tentang sikap pengetahuan dan keterampilan dari suatu kompetensi, yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya, agar ada kesinambungan.
Mencatat pencapaian kemajuan siswa.
Tujuan Akhir
Setelah selesai mempelajari dan melakukan raktik berdasarkan kegiatan belajar dan mengerjakan lembar kerja yang ada pada modul MembacadanMengidentifikasiKomponenElektronika kode modul ELKA-MR.UM.002.A, diharapkan peserta diklat mampu mengidentifikasikomponenResistor, Kondensator, Induktor, Transformador, Transistor, Thyristor, Dioda, piranti Optik danMOS, CMOS, FET untuk memenuhi kebutuhan pengoperasian peralatan elektronik audio-video sesuai dengan prosedur.
**Text Mengikuti cursor di blog**
**IconMouse**
**Judul bergerak di adress bar**
**Pengunjung**
**Link KerlapKerlip**
***
**JumlahPengunjung**
**Tulisan Berjalan kembali di address bar**
**GgleAnalistic**