Windows Task Manager merupakan
tools bawaan windows untuk memantau aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan, baik
yang tampil maupun yang berjalan secara background. Melalui aplikasi ini user
bisa melakukan penghentian suatu proses background secara paksa, menghentikan
proses yang tidak dikehendaki atau menghentikan suatu aplikasi yang mengalami kondisi Not Responding.
Begitu pula ketika tersadar
bahwa komputer kesayangannya terserang Virus/Worm, kebanyakan user akan secara
reflek
menggunakan tiga jari sakti-nya untuk menekan [Ctrl]+[Alt]+[Del]
guna memanggil Windows Task manager dengan tujuan menghentikan proses si
Virus/Worm.
Cara lain untuk memanggil Task Manager
ialah dengan melakukan klik kanan pada area kosong Taskbar lalu memilih menu
Task manager. Bisa juga dengan mengetikkan TASKMGR pada kotak dialog RUN (Start
-> Run). Atau dengan mengeksekusi langsung file taskmgr.exe yang berada di
system directory (C:\WINDOWS\System32\).
Karena kemampuannya untuk
memantau proses yang sedang berjalan dan menghentikannya secara paksa inilah yang
membuat kebanyakan penulis Virus akan berusaha untuk mencegah user mengakses
Windows Task Manager agar Virus/Worm yang diciptakannya sulit dihentikan.
Jika Anda sedang melakukan eksperimen
dengan Virus/Worm, ada sedikit trik untuk 'menyisipkan' Virus/Worm Anda pada
Windows Task Manager supaya nantinya ketika user mengakses Windows Task Manager
justru Worm/Virus Andalah yang dijalankan, bukan Windows Task manager itu
sendiri.
3. Buatlah sebuah string value
dengan nama Debugger (Klik kanan pada area kosong
panel sebelah kanan,
pilih New lalu klik String Value. Beri nama Debugger).
Perhatikan gambar berikut:
4. Klik ganda pada String Value
yang baru Anda buat tadi. Isikan lokasi Virus
Anda pada form
isian Value Data. Atau sebagai percobaan, masukkan saja lokasi
Windows Command
Processor -> C:\WINDOWS\System32\cmd.exe
Kemudian Klik [OK]
sesudahnya.
5. Kini cobalah untuk mengakses
Windows Task Manager dengan menekan kombinasi
[Ctrl]+[Alt]+[Del]
atau klik kanan pada area kosong Taskbar lalu pilih menu
Task manager ... atau.. terserah Anda laah.. ^_^ dan... TA..DAAAAAA....!!
Task manager Anda tidak akan tampil. Yang berjalan justru Windows Command
Processor sesuai dengan yang Anda isikan pada Value Data tadi.
Nah, kini Anda bisa
mengimplementasikannya dalam Virus/Worm ciptaan anda. Dengan demikian user tidak
akan bisa mengakses Windows Task Manager. Ketika user berusaha melakukan
pengaksesan Task Manager, justru Virus/Worm Andalah yang berjalan ;)
Trik ini sebenarnya bisa juga
diterapkan untuk hal-hal baik. Misalnya saja Anda merasa kurang puas dengan
Windows Task Manager dan Anda ingin mengganti aplikasi tersebut dengan aplikasi
sejenis yang memiliki kemampuan lebih baik, maka Anda bisa menerapkan trik ini
untuk tujuan tersebut.
Setelah melakukan praktikum ini mahasiswa akan dapat :
1.Mengukur tegangan AC dan DC pada rangkaian catu daya televisi warna dengan menggunakan multimeter
2.Menganalisa kerusakan, bila terjadi kerusakan pada bagian regulatoe tegangan dari catu daya televisi berwarna
B. TEORI SINGKAT
Catu daya adalah suatu rangkaian terpenting pada pesawat televisi, karena bagian ini berguna untuk memberikan daya listrik kepada seluruh rangkaian pesawat televisi. Supaya televisi dapat bekerja dengan baik maka catu daya harus dapat memberikan tegangan listrik yang stabil. Untuk itu maka rangkaian catu daya mempunyai bagian-bagian yang penting yaitu penyearah dan penstabil. Bagian primer trafo/ switching regulator disebut dengan regulator input dan abgian sekunder disebut regulator output.
Teganagn AC terlebih dahulu dirubah menjadi tegangan DC dengan perataan dan regulator tegangan yang dapat mengendalikan tegangan DC ke rangkaian TV warna. TeganganDC yang dihasilkan ini diharapkan dapat stabil, sehingga televisi dapat bekerja sempurna. Kerusakan ang terjadi pada regulator ini akan mengakibatkan gamabar pada layar televisi mengalami gangguan demikian juga suara yang dihasilkan. Menurut cara kerja catu daya yang dipakai pada pesawat televisi adalah :
1.Catu daya dengan trafo penurun tegangan
Pada metoda ini rangkaian TV berwarna terpisah terhadap jala-jala oleh adanya transformator atau sering disebut sebagai catu yang mengambang
2.Catu daya dengan trafo tanpa penurun tegangan
Pada metoda ini tegangan bolak-balik langsung diberikan pada penyearah melalui filter jala-jala untuk menghindari noisenya.
3.Catu daya Acemic (Switching Regulator)
Tambahan Teori :
Jenis loncat balik flyback catu tegangan tinggi digunakan pada semua TV modern karena energi penerusan ulang horizontal mencatu tegangan tinggi. Seperti diketahui, suatu auto trafo adalah lilitan tunggal pada suatu inti besi. Bila kita menumpan AC pada dua sadapan lilitannya, kita akan dapat memperoleh kenaikan tegangan dari segmen yang lebih besar.
Pada trafo output horisontal, habisnya arus gigi gergaji horisontal yang tiba-tiba pada kumparan penyimpangan horisontal menyebabkan arus membalik pada sadapan perbandingan 1 ke 2 t auto trafo. Denyut loncat trafo ini meningkat hingga 14000 volt diatas panjang lilitan penuh auto trafonya. Diode tegangan tinggi meratakan denyut tegangan tinggi. Karena frekuensinya sangat tinggi (15750 denyut per detik) maka tidak dibutuhkan filterisasi.
Pada kenyataannya, kapasitansi antara lapisan aquadag pada tabung gambar dan ground adalah cukup untuk menghasilkan langkah filterisasi pada kebanyakan pesawat TV. Banyak penerima TV menggunakan kapasitor 55uF diantara filamen perata tabung tegangan tinggi dan ground. Kadang, tahanan filter 1, megaohm digunakan seri dengan kaki tegangan tinggi.
Tegangan filamen untuk perata tegangan tinggi diperoleh dengan suatu lilitan yang mengkopel induktif pada auto trafo. Walaupun AC kecil disadap oleh lilitannya cukup untuk menyalakan filamen tabung perata. Untuk mencegah aliran arus besar pada filamen, tahanan diserikan dengan kaki filamen.
Jika kita menyentuh kaki catu loncat balik 14.000 volt pada TV, kita mungkin akan selamat karena kuat arusnya sangat kecil pada tipe catu daya. Catu daya loncat balik sengaja dirancang beregulasi rendah. Tegangan 14.000 volt akan turun jika dibebani dengan kaki tegangan tinggi.
Sedangkan pada pesawat lama, catu daya tegangan tinggi 60 cycle non-flyback yang digunakan. Catu daya ini, dengan trafo tegangan tegangan tinggi sangat berbahaya. Dan ini tidak lagi digunakan.
C. ALAT DAN BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1. TV trainer 1 set.
2. Toolset1 set.
3. Multimeter 1 buah.
4. kawat penghubung secukupnya.
D. LANGKAH KERJA DAN HASIL PRAKTIKUM
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan alam mlaksanakan praktikum ini adalah :
1.Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktikum.
2.Meneliti gambar skema rangkaian bagian catu daya pada televise.
3.Mengamati omponen yang terdapat pada bagian catu daya dn mencatat hasilnya dalam table.
No
Nama Komponen
Kode Komponen
Data Komponen
Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Trafo lilitan
Kapasistor elco
Bridge
Switching
Resistor
Kapasistor Polyster
Trafo Stepdwon
Saklar
Fuse
Relay
Dioda
EY807
C803
D801S
SS/OLPOCP
R813
CX801
EY87..
SW8015
FF801S
EY805
D80..
TC0734C
330uF-400V
6S1B46OL
STRW6750F
9YD7E10/W
220nM275V-X2
42B135-DM
10A-250V
ARSQ
4.Menghidupkan main power televise.
5.Mengukur tegangan input catu daya (AC) pada titik keluaran F801 dan titik AC sisi lainnya menggunakan multimeter, dan mencatat hasilnya pada table pengukuran.
6.Mengukur tegangan DC pada titik polaritas positif kondensator, dan mencatat hasilnya pada tbel pengukuran.
7.Mengukur tegangan DC pada output catu daya dengan osiloskop dan multimeter pada TP02 (Samsung CS21K30MLXXSE) / anoda D811(Samsung CS21Z50MLXXS) dan mencatat datanya pada table pengukuran.
8.Mengukur tegangan DC dengan multitester pada katoda diod kemudian mencatat datanya pada table pengukuran.
Tegangan Input (Volt)
Tegangan Output (Volt)
AC 220 Volt
Polaritas Positif C803 : 300 VDC
Dioda 200 AC
300 VDC
Input STR 300 VDC
125 VDC
Step Down 125 VDC
1.*100 VAC
2*50 VAC
5*12 VAC
6*23 VAC
9.Matikan televisi.
10.Merapikan alat dan bahan dan mengembalikannya ke tempat semula.
E. EVALUASI
1.Catu daya adalah Catu daya adalah suatu rangkaian terpenting pada pesawat televisi, karena bagian ini berguna untuk memberikan daya listrik kepada seluruh rangkaian pesawat televisi
Catu daya untuk memberikan daya listrik yang diperlukan oleh seluruh rangkaian televisi. Catu daya terdiri dari catu daya sistem transformator dan sistem switching. Dimana kebanyakan digunakan catu daya sistim switching. Catu daya terdiri dari rangkaian penyearah untuk sumber tegangan bolak-balik. Dan rangkaian penyerah untuk sumber dari tegangan pulsa yang dibangkitkan oleh rangkaian defleksi horizontal. Penyearah ada beberapa macam yaitu penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, dan penyearah pendoble.
2.Cara kerja rangkaian catu daya televisi :
Sistem regulasi catu daya pada televisi ada beberapa cara yaitu pertama dengan menggunakan tafo step down untuk kebutuhan regulasi sekundernya. Kedua tanpa menggunakan trafostep down, jadi jala-jala PLN 220 volt langsung disearahkan kemudian diregulasikan melalui rangkaian switching. Kedua sistem regulasi catu daya tersebut dapat dipergunakan pada rangkaian televisi yang penting tegangan yang dihasilkan harus stabil/ teregulasi.
Berubah-ubahnya tegangan output yang disebabkan oleh tegangan input atau perubahan arus beban dapat dicegah oleh regulator tegangan konstan. Dengan mempergunakan tegangan ini dapat dihasilkan tegangan searah yang stabil dan riak pada tegangan DC dapat dikurangi.
Regulator tegangan tegangan konstan dapat diklasifikasikan menjadi regulator memakai transistor dan menggunakan teristor. Pada regulator yang menggunakan transistor, regulator tegangan dihubungkan secara seri dengan rangkain beban, dan resistensi dalam dari regulator dapat mengikuti perubahan tegangan output. Sedangkan regolator dengan teristor seperti saklar dan waktu konduksi rangkaian pengatur dapat mengikuti arus beban sehingga tegangan outputnya dapat dibuat konstan.
3.Bagian-bagian penting pada rangkaian catu daya televisi :
Pencatu daya terdiri dari rangkaian penyearah untuk sumber dari tegangan bolak-balik dan rangkaian penyearah untuk sumber dari tegangan pulsa yang dibangkitkan oleh rangkaia defleksi horisontal. Dan rangkaian tambahan sebelum penyearah adalah lampu pilot, rangkaian pemanas untuk tabung gambar berwarna, rangkaian pendegauss dan rangkaian lainnya.
4.Pembangian catu daya berdasarkan cara kerjanya :
Menurut cara kerjanya catu daya pada televisi dapat dibedakan menjadi :
1.Catu daya dengan trafo Step down
Pada catu daya ini, tegangan AC dari jala-jala listrik terlebih dahulu akan diturunkan dengan menggunakan trafo stepdown untuk kebutuhan regulasi sekunder. Tegangan yang diturunkan tersebut selanjutnya akan disearahkan oleh sebuah rectifier dan akan distabilkan tegangannya oeh sebuah filter yang nantinya akan diteruskan pada rangkaian televisi.
2.Catu daya Acematic (switching regulator).
Pada dasarnya sistem AC matic ini secara garis besar terdiri dari empat blok yaitu : AC –DC –AC –DC. Dimana tegangan dari jala-jala PLN disearahkan langsung oleh rectifier dan kemudian baru diotomatisasi oleh blok AC yang kedua yang juga disebut dengan blok switching.
Untuk dapat mencapai kerja secara otomatis maka seluruh sistem catu daya ini terdiri dari :
-Regulator output
-Starter
-Regulator Driver
-Comparator/pembanding
-Regulator control
-Actif power filter.
5.Prinsi kerja dari regulator switching :
Tegangan dari jala-jala PLN langsung disearahkan dengan rangkaian penyearah dengan sistem jembatan/brige, tegangan searah ini kemudian dibuat putus-putus oleh transistor switching sehingga dari tegangan DC menjadi tegangan pulsa yang mempunyai frekuensi dan dapat diinduksikan melalui sebuah tranformator kemudian dari tegangan sekunder disearahkan kembali untuk mensupply rangkaian.
F. KESIMPULAN.
Dari hasil praktek yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Pada rangkaian catu daya televise berwarna memiliki dua bentuk tegangan yaitu tegangan AC yang berasal dari input jala-jala listrik dan tegangan DC yang berasal dari tegangan AC yang telah disearahkan . Untuk mengukur tegangan AC dan DC pada catudaya televisi berwarna perlu diperhatikan dalam pemilihan groundingnya, karena grounding antara tegangan AC dan DC pada rangkaian catudaya tersebut tidak sama.Pengukuran tegangan pada rangkaian harus diperhatikan bagian-bagianyang bekerja pada jalur AC dan bagian rangkaian yang bekerja pada jalur DC.
Pengukuran tegangan AC dapat dilakukan langsung pada kaki-kaki komponen dan tetap memperhatikan fasa dari rangkaian jala-jala atau polaritas komponen. Sedangkan pada tegangan DC dapat langsung diukur pada kaki komponen dan mempunyai grounding yang sama pada masing komponene yang berkerja pada tegangan DC tersebut. Jadi dapat dilakukan pengukuran pada suatu titik dengan satu ground. Dan pada tabung YV merupakan salah satu ground DC.
2. Analisa kerusakan pada regulator biasanya gejalanya adalah televisi mati total dan indikator power tidak menyala. Kemungkinan kerusakannya terdapat pada bagian penyearah primer, transistor regulator output, atau apabila bagian regulator ini menggunakan sistem AC matic yang memerlukan umpan balik dari horinzontal, kerusakan bagian horizontal juga mengakibatkan rangkaian regulator tidak bekerja.
Kontrol automatic telah memegang peranan yang sangat penting, dalam perkembangan ilmu dan teknologi seperti perkembangan pada pengaturan pesawat ruang angkasa; peluru kendali; system pengendali pesawat.
Begitu pula system pengaturan telah menjadi bagian yang penting dan terpadu dalam proses-proses pada industri modern missal:
1.Sebagai pengontrol tekanan
2.Sebagai pengontrol temperature
3.Sebgai pengontrol kelembaban
4.Sistem aliran dalam proses industri
Kegiatan pengontrolan dan monitoring yang biasa dilakukan manusia bisa digantikan perannya dengan menerapkan prinsip otomasi. Kegiatan kontrol yang dilakukan secara berulang-ulang, kekurang-presisi-an manusia dalam membaca data, serta resiko yang mungkin timbul dari sistem yang dikontrol semakin menguatkan kedudukan alat/mesin untuk melakukan pengontrolan secara otomatis.
Piranti-piranti pengontrol otomatis ini sangat berguna bagi manusia. Apalagi jika ditambah dengan suatu kecerdasan melalui program yang ditanamkan dalam sistem tersebut akan semakin meringankan tugas-tugas manusia. Akan tetapi secerdas apapun sebuah mesin tentu masih membutuhkan peranan manusia untuk mengatur dan mengontrol piranti-piranti ini. Otomasi kontrol bukan untuk menggantikan sepenuhnya peranan manusia, tetapi mengurangi peranan dan meringankan tugas-tugas manusia dalam pengontrolan suatu proses.
Dengan adanya perkembangan teknologi, maka mata kuliah Analisis Sistem Teknik Kendali (control automatic) memberikan kemudahan dalam :
Mendapatkan performansi dari sistem Dinamik,
Dapat mempertinggi kualitas produksi
Menurunkan biaya produksi,
Mempertinggi laju produksi,
Dan meniadakan pekerjaan- pekerjaan rutin yang membosankan, yang harus dilakukan oleh manusia.
Sejarah Perkembangan Teknik Kendali :
Perkembangan teknik kendali begitu sangat pesat dimulai dari :
1.Karya pertama dimulai abad 18, control automatic, governor sentrifugal, sebagai pengatur kecepatan mesin uap oleh James Watt
2.Pada tahun 1922, control automatic pengemudi kapal laut oleh Minosky
3.Pada tahun 1932, Kestablilan system loop tertutupdan terbuka terhadap masukkan tunak( steady state ) sinusoidal
4.Pada tahun 1934, Diperkenalkan istilah servomekanis untuk system control posisi, dalam hal ini membicarakan desain servo mekanis relay dengan masukkan yang berubah-ubah.
5.Selama dasawarsa 40 tahun hingga 50 tahun kemudian, metoda dalam system desain system control linear berumpan balik benar-benar telah berkembang.
6.Pada tahun 1960 an, kemudian dikembangkan kedalam bentuk multimasukkan /keluaran karena kompleknya “Plant” modern dan persyaratan yang keras pada tingkat ketelitian.
Didalam perkuliahan Analisis Sistem Teknik mencakup anatar alain :
Pengertian dan Pengaturan
Analisis dan perancangan, system khususnya system listrik.
Adapun pengturan ( Control Engineering ) berkepentingan untuk mengerti dan mengatur serta mengendalikan bagian-bagian lingkungan yang disebut “ SISTEM” yang mana system tersebut mempunyai tujuan untuk menghasilkan “Produk” yang menghsilkan mempunyai “nilai ekonomis” bagi si pemakai/pengguna.
Teknik pengaturan system dilaksanakan berdasarkan dari dasar-dasar teknik “umpan balik”(feedback) dan analisis system secara linear.
Maka dengan mencakup konsep-konsep teori jaringan (Network theori) akan mendapatkan suatu analisis system pengaturan dan pengendalian pada hasil keluaran (output) yang dikehendaki.
Dengan demikian didalam permasalahan “Analisis Sistem Teknik” akan dibahas masalah:
System dan model system, juga perumusan matematis system yang ditinjau dan serta cara penyelesaiannya.
Untuk teknik umpan balik (feedback ) adalah merupakan salah satu proses paling dasar dan hamper terdapat di semua system dinamik antara lain :
-Hal-hal yang berkaitan dengan diri manusia
-Hubungan antara manusia dengan mesin-mesin
-Peralatan-peralatan yang saling menunjang.
Sehingga akibat teori system pengendalian umpan-balik akan terus berkembang sebagai suatu disiplin ilmu tertentu, dan akan berguna untuk menganalisa dan merancang system pengendalian secara praktis piranti teknologi lainnya.
Agar supaya dapat memahammmi dalam hal tersebut diatas maka diperlukan pengertian pengetahuan dasar-dasar ilmu antara lain:
Dasar-dasar ilmu fisika
Dasar-dasar kalkulus
Dasar-dasar matematika
Komponen-komponen listrik dan mekanis serta wataknya.
Sehingga alat matematis yang diperlukan meliputi berbagai tofik yang antara lain:
Penyelesaian permaslahan dengan persamaan deferensial dan integral
Transformasi Laplace dan variable-variable kompleks.
# Sistem pengendalian digolongkan menjadi 2 yaitu :
Sistem Pengendalian “Untai Terbuka” (Open loop system ), adalah sustu system yang tindakan pengendaliannya bebas dari keluarannya.
Keunggulannya:
-Konstruksinya sederhana
-Lebih murah dari system tertutup
-Tidak ada masalah dengan ketidak stabilan
-Ketelitian kerjanya ditentukan oleh kaliberasi
Kelemahannya:
-Gangguan dan perubahan kalinberasi, akan menimbulkan kesalahan, sehingga keluaran tidak seperti yang dikehendaki.
-Untuk menjaga kualitas yang diperlukan pada keluaran diperlukan kaliberasi ulang pada setiap waktu tertentu.
Sistem Pengendalian “Untai Tertutup”(Closed Loop System ), adalah suatu system yang tindakan pengendalianya tergantung pada keluarannya.
Ciri-cirinya antara lain:
-Mampu untukmeningkatkan ketelitian, sehingga dapat terus menghasilkan kembali inputnya.
-Dapat mengurangi kepekaan perbandingan keluarran terhadap masukkan untuk perubahan cirri-ciri system.
-Mengurangi akibat ketiklinearan dan distorsi.
Sehingga system adalah kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersama-sama dan dapat menjalannkan tugas-tugas tertentu antara lain:
-Sistem Elektris
-Sistem Mekanis
-Sistem Thermis
-Sistem Biologis
-Sistem Kehidupan sehari-hari manusia
-Dll.
Dengan demikian system pengendalian atau (feetback control system): yaitu suatu system dimana harga sesaat dari output, selalu dinilai dan dibandingkan dengan input, dengan demikian akan menghasilkan output yang dikehendaki.
Akibat, Dengan demikian input dikurangi “Output” akan menghasilakn sinyal penggerak akan mengakibatkan “Error Signal” yang mengatur system, sehingga menghasilkan Output yang diinginkan.
Alat ukur yang kita pakai adalah multimeter. Multimeter dapat digunakan untuk mengukur besarnya tegangan AC dan DC.
Untuk multimeter batas ukur untuk voltmeter AC adalah :
a.0 s.d 10 volt posisi saklar adalah 10 ACV
b.0 s.d 250 volt posisi sakelar adalah 250 ACV
c.0 s.d 500 volt posisi sakelar adalah 500 ACV
d.0 s.d 1000 volt posisi sakelar adalah 1000 ACV
Berikut langkah-langkah mengukur tegangan AC.
a.Sakelar kita putar kita arahkan pada posisi voltmeter AC.
b.Perkirakan tegangan yang akan diukur. Misal : 220 volt.
c.Sesuaikan posisi sakelar dengan batas ukurnya, untuk perkiraan seperti langkah no.2 maka batas ukur yang dipakai adalah 250 ACV.
d.Kedua kabel (lead test) kita masukkan pada stop kontak (boleh terbalik).
e.Jarum bergerak ke kanan kemudian baca harga yang ditunjukkan oleh jarum pada busur skala.
Untuk tegangan DC maka batas ukur pada multimeter adalah :
a.0 s.d 10 volt posisi saklar adalah 10 DCV
b.0 s.d 250 volt posisi sakelar adalah 250 DCV
c.0 s.d 500 volt posisi sakelar adalah 500 DCV
d.0 s.d 1000 volt posisi sakelar adalah 1000 DCV
Berikur langkah-langkah menguur tegangan batu baterai.
a.Perkirakan berapa besar tegangan batu batera. Misa : 1,5 volt.
b.Sakelar kita putar pada posisi 10 DCV.
c.Tempelkan kabel merah pada kutub positif (+) dan kabel hitam pada kutub negatif (-)(jangan terbalik!!!).
d.Jarum bergerak ke kanan. Baca harga yang ditunjukkan jarum pada busur skala.
1.Mengukur Besarnya Arus
Alat yang digunakan : Multimeter
Batas ukur pengukuran arus DC :
a.0 s.d 0,25 mA posisi sakelar adalah 0,25 DC mA.
b.0 s.d 25 mA posisi sakelar adalah 25 DC mA.
c.0 s.d 500 mA posisi sakelar adalah 500 DC mA.
Berikut langkah-langkah dalam pengukuran arus DC pada baterai.
a.Putar sakelar sesuai dengan besarnya arus yang diperkirakan. Misalnya : 0,5 Ampere. Maka sakelar kita putar pada posisi 500 DC mA.
b.Kabel merah kita tempelkan pada kutub positif (+), kabel hitam pada kutub negatif (-) baterai.(Jangan terbalik!!!)
c.Baca harga yang ditunjuk oleh jarum pada busur skala..
Ps : pengukuran arus AC tidak dapat dilakukan karena pada multimeter tidak tersedia
1.Mengukur Besarnya Tahanan
Alat ukur yang digunakan : Multimeter.
Batas ukur untuk multimeter minimal 0,2 ohm sampai beberapa mega ohm. Untuk jangkauan ada 3 macam, dimana besarnya adalah pengalian range dengan harga yang ditunjuk jarum pada busur skala.
Contoh : Sakelar kita putar pada posisi x 10 ohm. Kemudian jarum menunjuk angka 15. Maka besarnya tahanan adalah 15 x 10 ohm = 150 ohm.
Tiga macam jangkauan (Range) adalah :
a.Sakelar pada posisi x 1 Ω (ohm)
b.Sakelar pada posisi x 10 Ω (ohm)
c.Sakelar pada posisi x 1000 Ω (ohm)
Berikut langkah –langkah untuk mengukur besarnya tahanan.
a.Putar sakelar sesuai dengan perkiraan besarnya jangkaun tahanan.
b.Tempelkan kedua ujung kabel pada multimeter (ujung kabel merahdan hitam saling bersentuhan).
c.Putar pengatur nol hingga jarum betul-betul menunjuk nol tepat pada busur skala.
d.Lepaskan kedua kabel yang ujungnya ditempelkan tadi sehingga jarum sakala kembali ke kiri.
e.Tempelkan kedua kabel multimeter tadi (kabel merahdan hitam) pada kaki-kaki tahanan.
f.Baca harga yang ditunjukkan jarum pada busur skala.
g.Kalikan harga yang ditunjukkan jarum tersebut dengan jangkauan yang dipergunakan. Lihat contoh.
**Text Mengikuti cursor di blog**
**IconMouse**
**Judul bergerak di adress bar**
**Pengunjung**
**Link KerlapKerlip**
***
**JumlahPengunjung**
**Tulisan Berjalan kembali di address bar**
**GgleAnalistic**