Tips-trick|Software|

Download Software Gratis

Translate

Tampilkan postingan dengan label Dasar System Kendali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar System Kendali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Menyisipkan Virus/Worm pada Windows Task Manager


 
Windows Task Manager merupakan tools bawaan windows untuk memantau aplikasi-aplikasi yang sedang berjalan, baik yang tampil maupun yang berjalan secara background. Melalui aplikasi ini user bisa melakukan penghentian suatu proses background secara paksa, menghentikan proses yang tidak dikehendaki atau menghentikan suatu aplikasi yang mengalami kondisi Not Responding
 
Begitu pula ketika tersadar bahwa komputer kesayangannya terserang Virus/Worm, kebanyakan user akan secara reflek menggunakan tiga jari sakti-nya untuk menekan [Ctrl]+[Alt]+[Del] guna memanggil Windows Task manager dengan tujuan menghentikan proses si Virus/Worm.
 
Cara lain untuk memanggil Task Manager ialah dengan melakukan klik kanan pada area kosong Taskbar lalu memilih menu Task manager. Bisa juga dengan mengetikkan TASKMGR pada kotak dialog RUN (Start -> Run). Atau dengan mengeksekusi langsung file taskmgr.exe yang berada di system directory (C:\WINDOWS\System32\).
 
Karena kemampuannya untuk memantau proses yang sedang berjalan dan menghentikannya secara paksa inilah yang membuat kebanyakan penulis Virus akan berusaha untuk mencegah user mengakses Windows Task Manager agar Virus/Worm yang diciptakannya sulit dihentikan.
 
Jika Anda sedang melakukan eksperimen dengan Virus/Worm, ada sedikit trik untuk 'menyisipkan' Virus/Worm Anda pada Windows Task Manager supaya nantinya ketika user mengakses Windows Task Manager justru Worm/Virus Andalah yang dijalankan, bukan Windows Task manager itu sendiri.
 
Okay, kita mulai eksperimen kita ;)
 
1. Bukalah Registry Editor, (Start) -> (Run) ketik REGEDIT
2. Pergilah ke lokasi berikut:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\taskmgr.exe
 
3. Buatlah sebuah string value dengan nama Debugger (Klik kanan pada area kosong
   panel sebelah kanan, pilih New lalu klik String Value. Beri nama Debugger).
   Perhatikan gambar berikut:
 
4. Klik ganda pada String Value yang baru Anda buat tadi.  Isikan  lokasi  Virus
   Anda pada form isian Value Data. Atau sebagai percobaan, masukkan saja lokasi
   Windows Command Processor -> C:\WINDOWS\System32\cmd.exe
   Kemudian Klik [OK] sesudahnya.
 
5. Kini cobalah untuk mengakses Windows Task Manager  dengan  menekan  kombinasi
   [Ctrl]+[Alt]+[Del] atau klik kanan pada area kosong Taskbar lalu  pilih  menu
   Task manager ... atau.. terserah Anda laah.. ^_^ dan... TA..DAAAAAA....!!
 
Task manager Anda tidak akan tampil. Yang berjalan justru Windows Command Processor sesuai dengan yang Anda isikan pada Value Data tadi.
 
Nah, kini Anda bisa mengimplementasikannya dalam Virus/Worm ciptaan anda. Dengan demikian user tidak akan bisa mengakses Windows Task Manager. Ketika user berusaha melakukan pengaksesan Task Manager, justru Virus/Worm Andalah yang berjalan ;)
 
Trik ini sebenarnya bisa juga diterapkan untuk hal-hal baik. Misalnya saja Anda merasa kurang puas dengan Windows Task Manager dan Anda ingin mengganti aplikasi tersebut dengan aplikasi sejenis yang memiliki kemampuan lebih baik, maka Anda bisa menerapkan trik ini untuk tujuan tersebut.
 
Sekian, semoga bermanfaat ;)
  
/* ------------------------------|EOF|------------------------------ */

Menembak ip lokal (Windows NT/2000/XP)

Kali ini kita akan membuat komputer sasaran Hang, Blue Screen atau Crash. Syaratnya, target kita memakai Windows XP SP1.
 
Download program SMBdie (Download programnya di Member Area www.spyrozone.net - Kategori "EXPLOITS"), lalu setelah anda extract, jalankan file SMBDie.exe. Isi ip address komputer sasaran pada input Computer (IP Address) dan juga isilah nama komputer sasaran pada input NETBIOS name, kita klik saja pada tombol Kill.
Mudah bukan? Tampilan status jika berhasil :
 
Connecting to remote computer ... (139)
Connected.
Session Established.
Protocol Negotiated .
NULL session established.
Operating System : Windows XP
Connected to IPC$,
Sending exploit ...
 
Tampilan di Status jika gagal:
Connecting to remote computer ... (139)
Unable to Connect to Remote Computer !
 
Bubbay.. ;)
  
/* ------------------------------|EOF|------------------------------ */
 

Jumat, 09 Juli 2010

FILOSOFI DASAR SISTEM KONTROL

1. 1 Obyektif Sistem Kontrol Automatis
Sebuah pabrik Kimia (chemical plant) adalah susunan unit-unit proses (reaktor,
pompa, kolom destilasi, absorber, evaporator, tangki, dsb.) yang terintegrasi satu sama lain
secara sistematik dan rasional.
Obyektif keseluruha n pabrik tersebut adalah untuk
mengubah bahan baku tertentu (input feedstock) menjadi produk yang diinginkan dengan
menggunakan sumber daya energi yang tersedia, dengan cara yang sangat ekonomis.
Selama beroperasi, suatu pabrik harus terpenuhi beberapa kebutuhan yang
ditentukan oleh pendisainnya dan kondisi teknik, ekonomi dan sosial yang umum terutama
dengan adanya pengaruh-pengaruh luar (gangguan) yang sangat menantang.

Dalam melakukan studi proses penting untuk diketahui bahwa proses yang
berlangsung di Industri Kimia sesungguhnya (real world) berjalan secara dinamik, yakni
variabel- variabel yang menentukan terjadinya proses itu berubah-ubah terhadap waktu.
Agar proses itu berjalan sesuai dengan target-target yang ditentukan, maka proses itu harus
dikontrol secara automatis.
Target-target proses yang tersebut antara lain adalah:
1. Terjaminnya keselamatan (safety) baik bagi buruh maupun peralatan yang ada.
2. Terjaganya kualitas produk, misalnya komposisi produk, warna, dll. pada keadaan yang
kontinyu dan dengan biaya minimum.
3. Proses berlangsung sesuai dengan batasan lingkungan, maksudnya adalah limbah yang
dihasilkan oleh proses tersebut tidak melebihi ambang batas lingkungan.
4. Proses berlangsung sesuai dengan batasan-batasan operasinya. Berbagai jenis peralatan
yang digunakan dalam sebuah pabrik kimia memiliki batasan (constraint) yang inherent
untuk operasi peralatan tersebut. Batasan-batasan itu seharusnya terpenuhi di seluruh
operasi sebuah pabrik. Contohnya pompa harus menjada net positive suction head
tertentu; tangki seharusnya tidak overflow atau menjadi kering; kolom distilasi
seharusnya tidak terjadi banjir (flood); suhu pada sebuah reaktor katalitik seharusnya
tidak melebihi batas atasnya sehingga katalis menjadi rusak.
5. Ekonomis: Operasi
sebuah pabrik harus sesuai dengan kondisi pasar, yakni
ketersediaan bahan baku dan permintaan produk akhirnya. Oleh karena itu, harus
seekonomis mungkin dalam konsumsi bahan baku, energi, modal, dan tenaga kerja. Hal
ini membutuhkan pengontrolan kondisi operasi pada tingkat yang optimum, sehingga
terjadi biaya operasi yang minimum, keuntungan yang maksimum, dan sebagainya.
Agar studi proses berhasil dengan baik, maka perlu dilakukan pemodelan
(modeling), yakni dengan membuat suatu persamaan differensial fungsi waktu (dinamik).
Untuk dapat melakukan pemodelan diperlukan penguasaan akan prinsip-prinsip rekayasa
proses (prinsip-prinsip termodinamika, aliran fluida, perpindahan panas, proses separasi,
proses reaksi, dll.)dan matematika. Model yang sudah dibangun selanjutnya dibuat
simulasi komputer.

LIHAT SELENGKAPNYA KLIK DISINI
DOWNLOAD FILE TYPE PDF KLIK DISINI

Alternatif Pembangkit Tenaga Listrik yang Ramah Lingkungan di Indonesia

I.    PENDAHULUAN
Kehidupan masyarakat modern tergantung pada ketersediaan sumber energi terutama energi listrik. Kebutuhan terhadap  listrik sama seperti kebutuhan pokok manusia lainnya. Pemanfaatan energi listrik telah mempengaruhi dan membentuk peradaban manusia didekade ini, sebab kualitas kehidupan manusia memiliki korelasi terhadap pemanfaatan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari. Krisis energi akibat dari berkurangnya ketersediaan sumber energi primer dunia, yang ditandai dengan melambungnya harga minyak di pasaran dunia menjadi 130 dolar Amerika setiap barel telah memicu krisis ekonomi dan sosial di berbagai negara termasuk di Indonesia.
Kebijakan pemerintah Indonesia untuk menaikan harga bahan bakan minyak  (BBM) dengan alasan penyelamatan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) memicu kenaikan harga hampir semua komoditi yang diperlukan masyarakat di Indonesia. Hal ini membuat angka kemiskinan meningkat dan kehidupan rakyat semakin terpuruk. Berbagai elemen masyarakat termasuk mahasiswa menyampaikan keberatan melalui demonstrasi menolak kebijakan ini terjadi dihampir semua penjuru tanah air.  Pilihan  sulit yang harus diambil oleh pemerintah dengan berbagai konsekuensi yang harus dipikul. Fakta ini menunjukan bahwa krisis energi dapat memicu krisis multidimensi di arah global maupun di negara masing-masing.

Penggunaan BBM secara berlebihan tidak saja memicu krisis ekonomi global maupun setiap negara, melainkan yang lebih memprihatinkan adalah memicu krisis lingkungan global. Krisis lingkungan global yang ditandai dengan fenomena pencemaran udara, tanah dan air. Krisis tersebut, akibat dari eksploitasi sumber daya energi sampai dengan pemanfaatannya untuk berbagai kebutuhan hidup manusia di berbagai sektor seperti tenaga listrik, transportasi, industri dan domestik.

Salah satu fenomena lingkungan hidup yang mengancam kehidupan umat manusia sejagat adalah pemanasan global atau global warming. Salah zat penyebab utama pemanasan global adalah penggunaan energi fosil yakni minyak bumi, gas dan batu bara. Pembakaran energi fosil  menyebabkan bertambahnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Gas-gas  rumah kaca yang ada diatmosfer seperti carbondioksida (CO2), dinitro oksida (N2O), metana (CH4), sulfurheksaflorida (SF6),perflorokarbon (PFCs) dan hidroflorokarbon (HFCs) konsentrasi gas rumah kaca yang berlebihan akan merangkap cahaya matahari sehingga suhu bumi semakin naik. Kenaikan suhu akan memicu ketidakseimbangan lingkungan yakni terjadi perubahan iklim[1]. Dampak dari perubahan iklim menyentuh semua sektor terutama sektor pertanian selin itu, berbagai bencana yang terjadi akahir-akhir ini acapkali dikaitkan dengan fenomena pemanasan global.

Sektor tenaga listrik memberikan kontribusi paling besar bertambahnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfir yakni sebesar  40%  dan sisanya sektor transportasi 27% , sektor industri 21%, sektor domestik 15%  serta sektor lain – lain 1% [2].  Data ini cukup valid karena sebagian besar pembangkit listrik di Indonesia yakni  89,5%  menggunakan bahan bakar fosil dengan rasio elektrifikasi baru mencapai 56%, bayangkan kalau rasio elektrifikasi terus meningkat sedangkan ketergantungan pembangkit listrik masih pada bahan bakar fosil. Sebagai ilustrasi setiap kWh energi listrik yang diproduksi oleh penggunaan energi fosil menghasilkan gas rumah kaca sebesar 974 gr CO2, 962 mg SO2 dan 700 mg Nox. [3]


II.     METODOLOGI

Metode yang dipakai dalam kajian ini adalah menggunakan kajian pustaka yakni mengumpulkan berbagai informasi yang terkait dengan persolan energi khususnya energi listrik dikaitkan dengan faktor ligkungan hidup atau ekologi. Data-data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku referensi, jurnal ilmiah, tulisan ilmiah populer, dan lain sebagainya akan dianalisa menggunakan pendekatan teknis, ekonomis dan ekologis atau lingkungan. Analisis hanya dibatasi untuk pembangkit listrik berskala besar.

III.      HASIL DAN PEMBAHASAN

Potensi Energi di Indonesia

Faktor alamiah Negara Indonesia sangat mendukung pengembangan sektor energi di Indonesia terutama di sektor kelistrikan. Secara geografis Indoneia kaya akan sumber daya energi. Sumber daya tersebut antara lain yang dapat diperbaharui dan yang tidak dapat diperbaharui. Keberadaan potensi energi tersebut tersebar merata di seluruh wilayah Nusantara.  Potensi energi fosil minyak mumi 86,9 miliar barel sedangkan yang dicadangan  hanya sebesar 9 miliar barel atau 10,36% sedangkan kemampuan untuk dimanfaatkan  masih tergolong rendah yakni hanya 5.56% setiapa tahun (tabel 1).[3].
Hal yang perlu diperhatikan bahwa potensi tersebut tidak bertahan lama atau akan habis setelah diekploitasi tanpa upaya ekplorasi seperti minyak bumi akan habis 18 tahun kemudian, hal yang sama untuk gas 61 tahun dan batu bara 147 tahun. Kelangkaan ini sudah terasa saat ini yakni Indonesia sudah tidak memenuhi kuota sebagai negara pengeksport minyak  yang ditentukan oleh organisasi negara-negara pengeksport minyak (OPEK). Fakta ini menunjukan bahwa ketergantungan terhadap bahan bakar fosil perlu segera dikurangi secara bertahap memandang keberadaannya yang terbatas, karena dapat habis kalau diekploitasi terus-menerus.
Krisis BBM yang dialami Indonesia saat ini merupakan bukti ketidakmampuan pemerintah untuk memprediksi kebutuhan BBM akibatnya saat ini Negara Indonesia yang dulunya pengesport saat ini menjadi pengimport. Konsekuensinya kenaikan harga minyak dunia mempengaruhi ketahanan perekonomian negara dan sektor tenaga listrik mengalami dampak ekonomis yang cukup memprihatinkan karena sebagian besar pembangkit listrik adalah menggunakan BBM.
Krisis energi dan krisis lingkungan global merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan untuk mekasimalkan pemanfaatan  potensi energi bukan fosil yang sifanya terbarukan. Potensi energi bukan fosil sangat banyak dan pemanfaatnya belum maksimal (tabel 2)[4]. Potesi terbesar adalah pada tenaga air yakni 846,00 JUTA BOE atau 75,67 GW  dan baru dimanfaatkan sebesar 4.2 GW atau 5,55%. Hal yang sama untuk panas bumi, potensi panas bumi di indonesia merupakan terbesar di dunia yaki 40% dari cadangan panas bumi dunia, namun di Indonesia pemanfaatannya masih  sangat rendah yakni 3.1%.
Pemanfaatan potensi energi non fosil yang masih sangat rendah disebabkan karena beberapa pertimbangan antara lain biaya investasi tinggi, harga energi terbarukan belum dapat bersaing dengan harga energi fosil, kemampuan sumber daya manusia relatif rendah, tntuk energi terbarukan yang belum komersial dan kemampuan jasa dan industri energi kurang mendukung [5].
Kelemahan tersebut dapat diatasi apabila pemerintah memiliki kebijakan untuk memberikan kemudahan dan insentif agar pemanfaatan energi terbarukan dapat dimaksimalkan. Namun demikian hal ini tidak terjadi karena dari kebijakan pemerintah mengenai komposisi penggunaan energi (energi mix) sampai tahun 2025 yakni minyak bumi 26,2%, batubara 32,7% gas bumi 30,6%, panas bumi 3,8% dan sisanya adalah energi alternatif/energi baru terbarukan 4,4%  terdiri dari : PLTS 0,02%, PLT Angin 0,028%, Biomasa 0,766%, Biofuel 1,335%, nuklir 1,993% 
Berdasarkan RKAP PLN tahun 2007, energi mix produksi energi listrik diperoleh dari Batubara 44%, energi air 8,6%, bahan bakar minyak 23,7% , panas bumi 3,1% dan gas alam 20,05%.
Dengan demikian dari sisi pemerintah potensi energi terbarukan yang berlimpah masih belum menjadi target yang dapat diandalkan untuk mengatasi krisis energi dan krisis ekologi di Indonesia.


DLL yang disiapkan Jika Cheat tidak tampil

d3dx43.dll (Folder PB)
msvcp100.dll (Folder PB)
msvcr100.dll (Folder PB)
d3dx9_42.dll (system32)
msvcp100d.dll (system32)
msvcr100d.dll (system32)
Atau kalian ingin yang sudah dipaketkan,
[-] DLL Folder PB <<< Jadi simpan dll yang ada di .rar ke dalam Folder PB mu.
[-] DLL System32 <<< Jadi simpan dll yang ada di .rar ke
  • C:\Windows\System (Windows 95/98/Me)
  • C:\WINNT\System32 (Windows NT/2000)
  • C:\Windows\System32 (Windows XP, Vista, 7)
Jika kamu menggunakan Windows versi 64-bit , kamu harus tempatkan .dll nya di C:\Windows\SysWOW64\
Apabila kalian masih tidak mengerti silahkan tinggal komentar kalian di bawah ini.
Terima Kasih ^_^
Download Multy Injector KLik Disini (untuk lost saga)
Download Multy Injector + processes KLik disini (untuk Geme Ofline)

Daftar isi Blog

Widget By: [Akhmad Andryan]

Update status FB Via BB - I-pade

http://hadi.web.id/fb.html http://hadi.web.id/facebook.html